medan kita

Bandara Polonia Medan Ditutup Setelah 85 Tahun Berdiri

Jangan pernah melupakan sejarah akan hadirnya sebuah Bandara Internasional bernama Bandara Udara Polonia di Medan. Bandara yang berusia 85 tahun resmi ditutup untuk penerbangan komersial pada Rabu 24 Juli 2014 pukul 00.00 WIB.

Dalam catatan saya, keberadaan Bandara Polonia selama ini pernah memberi kontribusi besar dalam misi kemanusian terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah antar bangsa.

Bandara yang selama hampir satu tahun lamanya, menjadi gerbang utama mata dunia yang ingin memberikan bantuan bagi para korban bencana alam gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh dan pesisir pantai barat Sumatera.

Dunia mencatat, peristiwa kelabu 26 Desember 2004 itu membangkitkan solidaritas antar bangsa. Bencana yang mengundang simpati dari hampir seluruh negara di belahan dunia. Semuanya hadir dalam sebuah misi yang tercatat sebagai misi kemanusian terbesar di dunia.

Saya dan bahkan mungkin ratusan jurnalis lain yang melakukan peliputan saat itu, tentu masih ingat, bagaimana setiap inci dari setiap jengkal tanah di Bandara Polonia berkontribusi besar dalam misi kemanusian itu.

Dalam sebuah artikel yang saya tulis dan diterbitkan di Jakarta Pos, saya mewawancarai seorang pilot Malaysia bernama Mayor Mohammad Iqbal.

Mayor Iqbal mengisahkan ketakutannya saat terbang di atas Bandara Polonia. Ketakutan yang pertama kali dirasakannya sebagai pilot dengan koleksi jam terbang sebanyak 1.700 kali itu.

Tepatnya pada 30 Desember 2004, atau berselang 4 hari bencana tsunami itu, Mayor Iqbal melintas di atas udara Polonia Medan. Itu adalah puncak traffick fligth yang pernah terjadi di bandara Polonia Medan.

Mayor Iqbal menyaksikan demikian banyak pesawat yang mengantri untuk mendarat di Bandara Polonia.

“Suasana ketika itu sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan tabrakan di udara. Belasan pesawat hanya bisa berputar-putar menunggu antrian untuk mendarat. Selama saya terbang, belum pernah saya berada dalam situasi itu,” jelasnya.

Namun siapa yang mengira, sembilan tahun kemudian, operasional Bandara Polonia secara resmi ditutup. Tepatnya Kamis 25 Juli 2013 pukul 00.01 WIB yang ditandai dengan mendaratnya pesawat AirAsia QZ 7803 rute Bandung-Medan.

Hadir dalam seremonia penutupan itu Meneg BUMN Dahlan Iskan, Wakil Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Kapolda Sumut Irjen Pol Syarief Gunawan, Anggota DPR-RI Meutya Hafidz dan sejumlah pejabat pemerintah lainnya.

Adalah Sugio Pranoto, yang didaulat sebagai pilot terakhir yang menandai ditutupnya operasional Bandara Polonia Medan. Terbang bersama 130 penumpang lainnya, roda pesawat Air Bus itu mendarat mulus di bandara pacu Polonia pukul 23.47 WIB.

Menjadi pilot terakhir yang menutup beroperasinya Bandara Polonia Medan tentu menjadi kebangaan tersendiri bagi Sugio,

“Luar biasa. Saya cukup terharu bisa menjadi pilot terakhir yang mendarat di Polonia, Medan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi cuaca dalam penerbangan terakhir tersebut cukup cerah sehingga memudahkan dia dan co-pilot dalam melakukan pendaratan di Bandara Polonia, Medan. “Alhamdulillah. Semua berlancar dengan baik,” tutupnya.

Setelah resmi ditutup, Bandara Kualanamu dialihfungsikan ke bandara baru, Bandara Kualanamu atau Bandara Kualanamu International Air Port (KNIA), Deliserdang.

Bandara Polonia ditutup untuk penerbangan komersial, selanjutnya bandara yang sudah berumur 85 tahun itu akan digunakan menjadi pangkalan TNI AU.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s