navigasi

Pucuk Dicinta, Penjara pun Tiba

Pucuk, istilah di Medan adalah uang. Pucuk juga berarti pemimpin.  Dan pemimpin di Sumatera Utara dicintai banyak orang karena “pucuk” tadi. Sadar atau tidak sadar, lantaran mencintai “pucuk”, banyak pucuk pimpinan yang masuk penjara.

Oleh: dedy ardiansyah

Dugaan tindak pidana korupsi pada segala bidang di Sumatera Utara telah memasuki masa kronis. Dalam kurun dua tahun terakhir saja (2009-2011), pejabat yang dijadikan tersangka dan divonis karena korupsi telah menyebar di 33 kabupaten/kota daerah ini.

Penahanan politisi senior yang juga Ketua PDIP Sumut, Panda Nababan, menambah daftar panjang para pejabat Sumatera Utara yang dituduh korupsi. Sebelumnya kasus korupsi juga menyandera gubernur, bupati, walikota, kepala dinas hingga camat maupun mantan menteri asal daerah ini.

Kasus terbesar adalah penahanan Gubernur Sumut, Syamsul Arifin, oleh KPK terkait korupsi APBD Langkat 2007 silam. Kemudian, Kejatisu menetapkan mantan Sekdakab Tapsel yang juga Walikota Medan, Rahudman Harahap, menjadi tersangka korupsi APBD Tapsel 2005. KPK juga menahan Bupati Nias Binahati Benekdiktus Baeha pada 11 Januari 2011 dalam kasus korupsi dana bencana alam.

Catatan saya, sejak tahun 2007 hingga Januari 2011, sedikitnya 40-an pejabat dan tokoh politik asal Sumatera Utara yang tersandera korupsi. Tujuh diantaranya sudah divonis dan bebas. Selebihnya masih berstatus tersangka. Status tersangka ini disematkan pihak kepolisian, kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Data tersebut bisa jadi akan bertambah jika cermat mencari para tersangka korupsi lain melalui internet. Pasalnya pihak kejaksaan dan kepolisian enggan melansir jumlah resmi pejabat di Sumut yang terjerat korupsi.

Yang pasti, sepanjang tahun 2010, Kejaksaan Tinggi Sumut mengaku berhasil menyelamatkan Rp64 miliar lebih keuangan negara. Senilai Rp31 miliar sudah dikembalikan ke kas negera, Rp21 miliar diganti dengan hukuman badan (subsider-red), dan Rp12 miliar lainnya belum dibayar dan belum diganti dengan hukuman badan. Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut saat dijabat Sution Usman Adji, mengaku Kejatisu menempati ranking ke-4 terkait kerja pemberantasan kasus korupsi di Indonesia.

Sementara selama periode 2007 hingga November 2010, penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sejajaran Direktorat Polda Sumut menerima 79 laporan dugaan korupsi. Dari data tersebut hanya 2 kasus dilimpahkan ke Kejaksaan sedangkan kerugian mencapai Rp20.611.631.048.2 dan yang bisa diselamatkan hanya Rp161.500.000.

Banyaknya pejabat Sumut yang terjerat kasus korupsi seperti membenarkan hasil survei Indonesian Corruption Watch (ICW) yang menempat pejabat Sumatera Utara sebagai provinsi terkorup di Indonesia. Dalam laporan ICW disebutkan, kasus korupsi terjadi di 27 provinsi. Dari semuanya itu, provinsi yang paling tinggi kasus korupsinya adalah Sumatera Utara dengan 26 kasus. Peringkat dua diduduki Jawa Barat dengan 16 kasus dan disusul DKI Jakarta (16 kasus). Di peringkat berikutnya Nanggroe Aceh Darussalam (14 kasus). Jawa Tengah (14 kasus).

Bahkan, ICW menemukan tambahan aktor baru pelaku korupsi dana APBD. Jika yang sebelumnya didominasi anggota DPRD, sekarang di dominasi pihak swasta.

Di antara 33 Kabupaten/Kota di Sumut, hanya Kabupaten Labuhan Batu yang minim laporan korupsi. “Banyak Kejari yang melaporkan tindak pidana korupsi ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, hanya Labuhanbatu yang paling minim bila dibanding kabupaten-kabupaten lain di Sumut,” kata Sution Usman Adji dalam sebuah acara dengan unsur Muspida Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan, pada 26 Januari 2011.

Statemen ini tentu bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan. Pasalnya, mantan anggota DPRD Labuhan Batu periode 1999-2004, Daslan Simanjuntak, pernah melaporkan dugaan tindakan korupsi yang dilakukan mantan Bupati Labuhan Batu, H T Milwan. Bahka, Daslan dengan benderang mengaku pernah melakukan korupsi berjamaah dengan Bupatinya itu.

Menurut Daslan, korupsi yang dilakukan Bupatinya meliputi pemberian dana penunjang kegiatan anggota DPRD sebesar Rp 75 juta untuk setiap anggota dewan. Padahal, seharusnya setiap anggota hanya menerima Rp 30 juta.

Selain itu, Politisi lokal Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI) itu juga melaporkan kasus dugaan korupsi sebesar Rp30,2 miliar yang dilakukan T Milwan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Ia mengaku turut menikmati sebagian dana dimaksud, dan dirinya siap ditahan KPK dalam kasus ini.  Laporan Daslan Simanjuntak telah diterima KPK, dengan nomor: 2009-12-000081.

Sayangnya, pengaduan Daslan tak ditanggapi aparat hukum lainnya. Pelaporan dugaan korupsi ini sebenarnya bukan hal baru, sebab tahun 2009, Daslan sudah membuat laporan serupa ke Kejari Rantauprapat. Sayang, nasibnya tak sebaik Agus Condro, politisi PDIP yang membongkar kasus dugaan suap dalam pemilihan Gubernur BI, yang menjadikan koleganya, Panda Nababan masuk sel tahanan.

Untuk diketahui, H T Milyan merupakan pejabat Bupati  dua periode di Kabupaten Labuhan Batu (2000 s/d 2010). Pada November 2010, HT Milwan terpilih sebagai Ketua Partai Demokrat Sumatera Utara periode 2010-2015.

Pejabat Sumut yang Terjerat Hukum

1. Gubernur Sumatera Utara/Mantan Bupati Langkat, Syamsul Arifin

Tersangka kasus penyelewengan APBD Langkat 2000-2007 senilai    Rp 102,7 miliar.

2. Wali Kota Medan/Mantan Sekda Tapanuli Selatan, Rahudman Harahap

Tersangka dugaan korupsi Tunjangan Penghasilan Aparat Pemerintahan Desa (TPAPD) Pemkab Tapsel tahun 2004 dan 2005  senilai Rp 1,5 Miliar.

3. Mantan Walikota Siantar, RE Siahaan Kasus Manipulasi 19 CPNS formasi tahun 2005. (Ditahan KPK)

4. Mantan Bupati Tobasa, Monang Sitorus

Divonis 1 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi dana Rp 3 miliar dana Kas Pemkab Tobasa.

5. Mantan Walikota Tanjung Balai, dr H Sutrisno Hadi SpOG

Sejak tahun 2008 ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Musabaqah Tilawatil Quran di Sumatera Utara  sebesar Rp 5,6 miliar. 30 November 2011, Sutrisno Hadi meninggal.

6. Bupati Nias Binahati Benekdiktus Baeha ditahan KPK 11 Januari 2011 dalam kasus  korupsi dana bencana alam.

7. Mantan Walikota Medan, Abdillah

Didakwa 5 tahun penjara karena melakukan tindak pidana korupsi pengadaan mobil pemadam  kebakaran tipe Morita dan  penyalahgunaan anggaran APBD Medan senilai Rp 50,5 miliar.

8. Mantan Wakil Walikota Medan, Ramli Lubis. Bersama-sama dengan Walikota, menyelewengkan dana APBD Medan dan divonis 5 tahun penjara.

Kadis dan Camat

 1. Mantan Kadis Pariwisata Medan, Syarifuddin SH

Bersama empat pejabat lainnya, divonis 1,5 Tahun atas kasus penyewengan dana Festival Budaya Islam (FBI) Rp7,5 Miliar.

 2. Mantan Ka BPN Sumut, Horasman Sitanggang

Divonis dua tahun penjara atas tindak pidana korupsi Proyek Pembaharuan Agraria Nasional  (PPAN) sebesar Rp 2 miliar lebih yang bersumber dari dana  APBN Tahun 2008.

 3. Mantan Kadis Kesehatan Medan, Umar Zein

Divonis 2 tahun penjara akibat penyelewengan di Dinas Kesehatan Medan sebenar Rp 1,2 miliar.

4. Mantan Kadis Pendidikan Sumut, Taroni Hia

Dipidana 1 tahun karena melakukan penyelewengan dana penyelenggaran Ujian nasional tahun pelajaran 2006/2007 sebesar Rp 1,5 Milyar.

5. Mantan pejabat Dinas Pertanian Kabupaten Asahan, Ahmad Sofyan Hot Siregar, tersangka kasus penyimpangan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2009 senilai Rp1,1 miliar.

6. Mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Toba Samosir, Aiden Napitupulu,  tersangka pembalakan    liar

(7,8,9) Mantan Kabag Pemerintahan dan Kerjasama Kabupaten Sergai, Tanten Suribaki tersangka proyek pembangunan fisik Pasar Dolok Masihul bersama dengan mantan pejabat Pembuat Komitmen di Kab Sergei, Gatot SE dan Mantan Camat Dolok Mashul, Fajar Simbolon.

10. Mantan Camat Medan Belawan, Ridho Pahlevi Lubis divonis bersalah dan kini telah bebas karena terlibat kasus korupsi pembangunan drainase di 11 kecamatan Kota Medan.

11. Mantan Pemegang Kas Sekda Tapsel, Amrin Tambunan, menjadi tersangka kasus korupsi TPAPD Pemkab Tapsel TA 2005.

(12,13,14)   Mantan pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Selatan, Albertus Manao dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kristian Wondo serta Rekanan Effendi Damanik jadi tersangka Pengadaan alat Kesehatan dan Obat Generik Kabupaten Nias Selatan.

15. Pejabat Dinas Pertanian Kabupaten Asahan, Ahmad Sofyan Hot Siregar, tersangka kasus penyimpangan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2009 senilai Rp1,1 miliar.

16. Mantan Kepala Dinas Kesehatan Labuhanbatu Utara (Labura), drg Azwar Matondang ditahan terkait dugaan mark up pinjaman kredit ke PT Bank Sumut Cabang Rantauprapat tahun 2004-2005 sebesar Rp 6 miliar.

Gurita Korupsi Politisi Sumut

1. Politisi PDIP, Panda Nababan,  Divonis 17 bulan dalam kasus cek pelawat pemenangan Dewan Gubernur BI Miranda Gultom.

2. Politisi PPP, Bahctiar Chamzah divonis majelis Hakim Tindak pidana Korupsi (Tipikor) selama satu tahun delapan bulan penjara dan denda sebesar Rp 50 juta. Pada 21 Januari lalu, mantan Menteri Sosial ini telah divonis bebas.

3. Politisi Partai Demokrat, Jhonny Allen Marbun. Dugaan menerima suap Rp1 miliar terkait dana stimulus pembangunan dermaga dan bandara di kawasan Indonesia Timur.

4. Politisi PBB, MS Kaban, diperiksa dalam kasus korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT). Kasus SKRT merupakan program revitalisasi dan rehabilitasi hutan senilai Rp180 miliar dan diduga merugikan uang negara sekitar Rp13 miliar.

5. Politisi Partai Demokrat, Amrun Daulay dalam kasus korupsi sapi Depsos melibatkan eks Mensos Bachtiar Chamsyah.

2 thoughts on “Pucuk Dicinta, Penjara pun Tiba

  1. Saya mau sampaikan laporan bahwa dilingkungan sekitar tempat saya tinggal ada pelaku korupsi dan alat bukti berupa data pencairan dari PEMPROVSU yang kami dapati ditempat sampah dari rumah tetangga saya yang kerap bermain profosal fiktif yang mengatas namakan Lembaga Non Pemerintah. Mohon bantuan untuk ditindak lanjuti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s