opini

Mengenang 1 Tahun Gempa Padang (30 September 2009 – 30 September 2010)

Ayu, gadis remaja yang berlinang air mata.   Suaranya serak. Dia terbata-bata saat diwawancarai Tina Talisa, presenter TVone secara live Kamis, 8 Oktober 2009, siang dari Kota Padang.  Sudah sepekan, dia dan keluarganya mencari sang ibu, Rini. Sejak gempa mengguncang Padang 30 September 2009, Ayu tak tahu lagi bagaimana nasib ibunya itu.

by Dedy Ardiansyah Thursday, October 8, 2009

Hatinya pilu saat TVone memutar ulang rekaman situasi kepanikan warga kota yang menyelamatkan diri dari guncangan gempa. Di antara ribuan warga itu, dia mengenali sang ibu tengah berlari menyelamatkan diri.

Perempuan dalam gambar itu berusia separuh baya, mengenakan jilbab putih, baju berwarna biru dan bercelana hitam. Sebuah tas jinjing tergapit di lengannya. Dia berlari diantara kepanikan ribuan warga Kota Padang yang diguncang gempa 7,6 Scala Righter.

Tayangan itu hanya berdurasi sekian detik saja. Tapi itu sudah cukup bagi Ayu untuk mengenali sang bunda. Keluarga besar Ayu sudah mengerahkan segala kemampuan untuk mencaritahu keberadaan perempuan malang itu. Ratusan jenazah yang berhasil ditemukan tim SAR dari reruntuhan bangunan telah mereka datangi. Tapi tak satu pun dari jenazah itu yang mereka kenali sebagai ibunya.

Pernah ada satu jenazah yang ciri-cirinya persis sama dengan sang bunda, tapi feelingnya sebagai anak mengatakan itu bukan jasad ibunya. Dia tak merasakan kontak batin dengan jasad itu. “Mak, pulanglah mak. Kami dah latiah mencari mamak. Kemano lagi kami harus mencari Mamaaakk,” kata Ayu berlinang air mata.

Sungguh aku sangat tersentuh melihat tayangan itu. Tanpa sadar, air mataku jatuh.  Hatiku terenyuh. Aku menangis saat menyelami perasaannya sebagai anak. Cinta seorang anak pada orang tuanya, yang tanpa letih mencari dan terus mencari. Mungkin dengan cara itulah, Ayu bisa membalas seluruh jasa baik sang bunda yang telah membesarkannya hingga kini remaja.

Aku tak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika itu terjadi padaku. Pada kita semua yang bukan korban dari bencana gempa itu. Tapi yang pasti, aku akan melakukan hal yang sama seperti Ayu. Berdoa dan terus berusaha sampai jasad orang yang kita cintai dapat ditemukan.

Ayu, merupakan satu dari sekian ribu warga korban gempa Padang yang terus mencari jenazah orang-orang terkasih di balik reruntuhan puing-puing bangunan. Tanpa letih mereka berharap agar ibu, anak, suami ataupun kerabat mereka bisa ditemukan dalam keadaan hidup-hidup. Jika pun akhirnya ditemukan sudah meninggal, mereka barangkali masih tetap bersyukur. Karena bisa memeluk jasadnya, menumpahkan air mata dan menguburkan jasad itu secara baik-baik.

Beban kesedihan itu barangkali jauh lebih ringan dibanding Agus, warga dusun Cumanak, Kabupaten Parang Pariaman. Agus harus kehilangan 11 saudaranya akibat dusun itu tertimbun tanah longsor. Dusun Cumanak adalah satu dari empat dusun di Padang Pariaman yang menjadi korban keganasan gempa. Saat peristiwa itu terjadi, ratusan warga di empat dusun yakni, Pulau Koto, Lubuk Laweh, Sumanak, dan Tandikek terkubur hidup-hidup akibat longsor setinggi 15 meter. Agus dan warga di keempat dusun itu kemudian mengikhlaskan saudara-saudara mereka dikuburkan secara massal di sana.

Sungguh, Aku tak Berharap Mimpi Itu Jadi Petaka

Dua hari sebelum gempa Padang terjadi, aku mempostingkan sesuatu di facebook. Isinya begini: ”punya firasat tak enak, bakal ada bencana besar lagi di indonesia. Baru saja terbangun, dalam mimpi, sebuat pesawat jatuh di tengah pemukiman kota medan.” (September 28 at 9:24am via Mobile Web).

Beberapa teman memberi komentar beragam di statusku itu. Sebagian besar tak percaya dan menganggap mimpiku itu sebagai bunga tidur. Beberapa orang malah ngeledekin aku sebagai paranormal seperti Mama Lauren. Tapi ada juga yang berdoa agar firasatku itu tidak terjadi.

Di salah satu komen, aku menjelaskan bahwa firasatku itu punya alasan yang kuat. Aku menulisnya begini: ”guys, aku pernah dua kali bermimpi serupa. Entah kenapa ada korelasi antara mimpi pesawat jatuh dengan tsunami 2004 dan gempa di padang, ah, semoga mimpi kali ini, hanya bunga tidur saja.” (September 28 at 10:03am)

Aku ingin menjelaskan, gempa dan Tsunami di Aceh dan Nias terjadi hanya berselang beberapa jam setelah mimpiku itu. Aku ingat persis, waktu itu adalah hari Minggu, 26 Desember 2004. Pukul 7 pagi aku terbangun dan mencoba mengingat peristiwa yang terjadi dalam mimpi itu. Samasekali tak terpikirkanku jika pukul 9 pagi, bakal ada bencana dahsyat di ujung pulau Sumatera itu.

Apakah gempa Padang adalah jawaban dari firasatku itu? Entahlah, hanya Tuhan yang tahu. Tapi sungguh aku tak ingin mimpiku ini menjadi petaka.

dedy ardiansyah
Medan 8 Oktober 2009
* maaf, jika ada dialeg yang tidak sesuai.
* beberapa hari setelah tulisan ini, BMKG melansir gempa Padang berkekuatan 7,9 skala righter

komentar di facebook

LikeUnlike · · Share · Delete

    • Novita Yusupturut prihatin .dan juga aku pribadi tak bs menyangkal akan kesedihan yang menimpa tanahair.berlinang airmata sudah tumpah dr balik kacamataku.

      October 8, 2009 at 10:14pm · LikeUnlike
    • Novie Wulandariga kebayang kalo kehilangan ibu….:(

      October 8, 2009 at 10:31pm · LikeUnlike
    • Mohammad Reza Ali

      ‎”Sungguh, Aku tak Berharap Mimpi Itu Jadi PetakaDua hari sebelum gempa Padang terjadi, aku mempostingkan sesuatu di facebook. Isinya begini: ”punya firasat tak enak, bakal ada bencana besar lagi di indonesia. Baru saja terbangun, dalam mim…pi, sebuat pesawat jatuh di tengah pemukiman kota medan.” (September 28 at 9:24am via Mobile Web).Beberapa teman memberi komentar beragam di statusku itu. Sebagian besar tak percaya dan menganggap mimpiku itu sebagai bunga tidur. Beberapa orang malah ngeledekin aku sebagai paranormal seperti Mama Lauren. Tapi ada juga yang berdoa agar firasatku itu tidak terjadi.Di salah satu komen, aku menjelaskan bahwa firasatku itu punya alasan yang kuat. Aku menulisnya begini: ”guys, aku pernah dua kali bermimpi serupa. Entah kenapa ada korelasi antara mimpi pesawat jatuh dengan tsunami 2004 dan gempa di padang, ah, semoga mimpi kali ini, hanya bunga tidur saja.” (September 28 at 10:03am)Aku ingin menjelaskan, gempa dan Tsunami di Aceh dan Nias terjadi hanya berselang beberapa jam setelah mimpiku itu. Aku ingat persis, waktu itu adalah hari Minggu, 26 Desember 2004. Pukul 7 pagi aku terbangun dan mencoba mengingat peristiwa yang terjadi dalam mimpi itu. Samasekali tak terpikirkanku jika pukul 9 pagi, bakal ada bencana dahsyat di ujung pulau Sumatera itu.

      Apakah gempa Padang adalah jawaban dari firasatku itu? Entahlah, hanya Tuhan yang tahu. Tapi sungguh aku tak ingin mimpiku ini menjadi petaka.”

      Bang Ded, ada baiknya mimpi seperti itu segera di eksplor bukan bermaksud gila tapi mana tau itu sebuah Ilham dari Yang Kuasa kepada Abang

      October 8, 2009 at 10:44pm · LikeUnlike
    • Novie Wulandari beneran jg tuh za….
      ada yg blg kalo mimpi itu sebuah isyarat dr tuhan…
      wallahuallam…..

      October 8, 2009 at 10:58pm · LikeUnlike
    • Dewi TJsaid

      Sumpah !aku pun menangis,dan tangisan seperti itu tak saja saat bencana datang,aku terlalu sering menangisi saduara2ku yang berjibaku dengan satpol PP, anak2 yang dianiaya, dan berada di jalan2 meski malam larut dan dingin,aku maningis saa…t Aziz Akad mati di tangan massa,aku menangisi Saat Mandala Jatuh, aku menangisi orang2 yang mati lemas saat menerima zakat,aku menangisi pengantri BLT,aku menangisi Naya Miraza, aku menangisi TKI yang teraniaya,dan aku terlalu sering menangisi Negeri Tercinta yang sangat kaya raya!See More
      October 8, 2009 at 11:17pm · LikeUnlike
    • Asyieh AzaPostingan Bp.dedy brusan aq baca..malahan aq smpt koment d situ…ya allah..selamatkan kami dr murkamu ya robb..semoga ini adlh rangkaian teguran drmu agar kami segera sadar..Kuasamu d atas segalanya..dan jadikan kami saksi bahwa al-qur’an itu adlh benar…

      October 8, 2009 at 11:58pm · LikeUnlike
    • Caroline SamalloJadikanlah kelebihanmu utk menolong org, paling tidak org yg ada di sekitarmu.. Mungkin km akan menerima cibiran karenanya, tp yakinlah, bahwa setiap cibiran menjadi pahalamu di sorga..

      October 9, 2009 at 1:19am · LikeUnlike
    • Ary Kusumaningrumaq inget bgt posting mu sebelum gempa. memang tuhan telah memberi isyarat.

      October 9, 2009 at 6:25am · LikeUnlike
    • Fakhrurradzie Gadeterenyuh dan terharu membaca postingan ini…. keep writing bro,….

      October 9, 2009 at 9:05am · LikeUnlike
    • Abah Jufrirevoilusionermari saling membantu untuk anak-anak yang terpisah dari keluarganya…

      October 9, 2009 at 10:18am · LikeUnlike
    • Mayasari Mulyantisungguh bung, aku menangis membaca nya. dan mengenai mimpimu itu yang pernah kita bahas d ym, aku pikir juga hal itu perlu dieksplor dengan cara sehat, tapi aku tak tau jalurnya..

      October 9, 2009 at 12:07pm · LikeUnlike
    • Anita Kencanawati

      Saya menangis membaca posting ini. Tapi sebelum membaca ini, saya sudah menangis terlebih dahulu waktu mengetahui terjadi gempa 7,5 SR di Padang Pariaman. Saya menangis membayangkan nasib dan kondisi keluarga saya dan teman2 saya di Padang …dan sekitarnya yg bernasib tak beda jauh. Terimakasih karena posting ini telah mengajak yg bukan ‘urang Minang’ ikut tersentuh. Semoga juga bisa tersentuh untuk memberi sumbangan buat para korban gempa di Sumbar. AminSee More
      October 9, 2009 at 3:29pm · LikeUnlike
    • Dedy Ardiansyah

      terimakasih untuk seluruh komentarnya. catatan ini adalah suara hatiku bagi korban gempa padang. aku dedikasikan khusus untuk Ayu, yang jika ada diantara pembaca mengenalnya, aku mohon diperkenalkan lewat facebook ini. salutku atas semangat… pantang menyerah dan tak mau pasrah, sekalipun dipaksa oleh keadaan.semoga harapannya untuk bertemu sang bunda bisa dikabulkan yang maha kuasa, meski segurat keniscayaan terbersit di sana.soal mimpiku itu, tak perlu kita perpanjang. kawan-kawan juga pasti memiliki naluri sendiri untuk membaca situasi. yang sering kita abaikan adalah membaca sebuah tanda-tanda. aku percaya, ada hikmah dari setiap bencana. dan kita diberi Tuhan anugrah untuk membaca dengan hati, pikiran serta naluri karena kita adalah manusia berakal dan bertaqwa.
      October 9, 2009 at 3:31pm · LikeUnlike
    • Hendra MakmurDed, Tuhan memang memberikan tanda2 pada orang2 tertentu, salah satunya lewat mimpi. Dalam ajaran Islam, tanda2 lewat mimpi juga dikenal kan? Nabi Yusuf pernah bermimpi, tujuh sapi gemuk dimakan sapi kurus yg ternyata berarti tujuh tahun masa subur yg kemudian diikuti tujuh tahun masa paceklik. Menurutku, tanda2 itu diberikan Tuhan padamu. Saranku, diskusikan dg ulama, org yg lebih ngerti..

      October 14, 2009 at 6:01am · LikeUnlike
    • Hendra MakmurSorry.. ralat, baru ingat, yg bermimpi bukan Nabi Yusuf.. tapi raja yg kemudian ditakwilkan (diartikan) oleh Nabi Yusuf.

      October 14, 2009 at 6:05am · LikeUnlike
    • Dedy Ardiansyah

      ‎@hendra. thanks atas sugestinya. tapi aku merasa mimpi itu hanya kebetulan saja. entah jika ada tanda-tanda lain yang bisa aku tangkap setelah peristiwa ini.begitupun, aku bersyukur jika dirimu selamat dari bencana itu. sehari pasca gempa…, aku berusaha mencari tau keberadaanmu dan teman-teman aji di padang. melalui wartawan jakartapost pekanbaru, aku mendapat kabar jika dirimu, sofiardi serta istri selamat.bahkan hari pertama gempa aku liat tulisanmu jadi headline di Media Indonesia. aku merindukan ‘percumbuan ide-ide’ kita selama ini. sukses untukmu dan sampaikan salamku buat teman-teman aji di padang.
      October 14, 2009 at 8:11pm · LikeUnlike
    • Dedy Ardiansyahhari ini, tepat 1 tahun bencana gempa di padang. Semoga para keluarga korban kini bisa hidup lebih tenang. Bagi mereka yg meninggal dunia, dilapangkan kuburnya. Amin.

      September 30, 2010 at 4:19pm via Facebook Mobile · LikeUnlike · 1 person

One thought on “Mengenang 1 Tahun Gempa Padang (30 September 2009 – 30 September 2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s