medan kita / opini

Luna Maya untuk Pilkada Medan 2010

Terus terang, saya sangat terobsesi dengan kecantikan Luna Maya. Memiliki mata indah, bulat bercahaya seperti permata. Rambutnya hitam, panjang terurai. Tubuhnya juga tinggi, dengan kulit putih bersih dan seksi. Tapi saya bukan menyukainya tubuh proporsionalnya semata. Saya punya alasan lain yang sangat penting, yang saya yakin, tua muda, lelaki, perempuan sepakat soal yang satu ini.

By Dedy Ardiansyah · Thursday, October 22, 2009

Luna Maya adalah sosok perempuan yang memiliki inner beauty kuat, smart dan berkepribadian sederhana. Tutur katanya, meski tak lembut, tapi sopan, dan penuh tenggang rasa terhadap sesama. Dia juga aktris yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung. Jadi, jangan heran kalau hati saya terpana akan kepribadian Luna Maya.

Satu hal lagi yang membuat saya mengagumi Luna Maya. Dia tipe perempuan yang mengagungkan cinta sejati. Setidaknya itu yang saya rasakan sampai detik ini. Kisah cintanya dengan Ariel, vokalis band Peterpan penuh onak dan duri. Mereka berkenalan (entah dimana), pacaran (entah berapa lama) lalu berpisah karena sang arjuna menikahi perempuan lain. Sampai kemudian Luna (panggilan sayang saya ke dia) kembali ke pelukan Ariel yang telah menjadi duda. Bukankah itu namanya cinta sejati? Jadi, lengkap sudah alasan saya untuk menganggumi Luna Maya.

Bandingkan dengan trik dan intrik selebritis lain yang demi popularitas, rela keluar masuk penjara, pamer paha dan dada dan tak mengenal tata krama dan etika. Itu semua demi harta dan nama.

Tapi, siapalah saya. Hanya lelaki biasa yang pasti tak dikenalnya. Lelaki yang hanya bisa menyaksikan pujaan hati lewat televisi dan layar cinema. Beruntung saya bisa mendengar suara hatinya setiap hari (mulai pagi hingga menjelang tidur) lewat lagu, Suara, dimana Luna berduet dengan Dedy (eh, Dide), vokalis band Hijau Daun.

Sampai pada satu hari, hati saya tersentak bertemu Luna Maya. Bertemu juga tak sengaja. Ketika itu saya berhenti di lampu merah. Luna Maya tepat berada di depan saya di sebuah becak motor, berdua dengan aktris senior, Rima Melati. Hati yang tadinya (selalu) kesal karena jalanan Kota Medan yang macat, panas dan semrawut berubah seketika. Saya begitu happy.

Ingin rasanya untuk segera menghampirinya. Memfotonya di tengah jalan itu sebagai bukti bahwa saya telah bertemu dengannya. Tapi naluri sebagai lelaki menolaknya. Gengsi dong, masak harus mendekatinya di tengah keramaian jalan. Bisa-bisa, orang di belakang berteriak marah karena saya meninggalkan sepeda motor di tengah jalanraya.

Jadi, saya hanya bisa tersenyum. Menyapanya dalam hati dan memandanginya dengan mata berbinar ria. Apalagi saat dia memandang saya dan berkata:

Rima Melati Luna Maya
Hati-hati di Jalan Raya

Aha. Luna Maya sudah masuk ke Kota Medan. Pesan di atas merupakan stiker yang dipakai salah satu bakal calon walikota dalam pemilihan kepala daerah di Medan Juni 2010. Mungkin stiker itu sudah menyebar ke seluruh penjuru Kota Medan.

Saya tak mau berandai-andai kenapa sang calon memakai nama Luna Maya. Saya juga tak protes kenapa pujaan hati saya itu digunakan dalam stiker kampanye. Itu urusan sang calon. Bahkan menurut saya mereka kreatif, dan maju selangkah dibanding calon lainnya. Toh, SBY juga pakai jingle Indomie dalam kampanye Pilpres lalu.

Yang saya protes jika sang calon hanya mendompleng popularitas Luna Maya sebagai artis. Mencaplok nama Luna Maya hanya untuk mendogkrak suaranya di Pilkada nanti. “Yang penting bukan kepribadian Luna Maya, tetapi yang dijual adalah kepribadian balon walkotnya,” tulis seorang teman di facebook saya.

Ah, saya berharap para calon (siapapun mereka) bisa mencintai Kota Medan sebagaimana saya mencintai Luna Maya. Karena bagi saya, kota ini adalah dara cantik jelita yang sedang tertidur lelap dan tidak terurus.

Sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, Medan berlimpah potensi, baik sumber daya manusia atau sumber daya alam. Jika dikelola dengan jitu, bisa melambungkan nama Medan ke seantero nusantara bahkan manca negara. Apalagi masyarakat Medan, memiliki kepribadian seperti Luna Maya, bertutur kata meski tak lembut, tapi sopan, memiliki tenggang rasa terhadap sesama, berpendidikan dan religius.

Saya yakin 2,3 juta penduduk Medan, menginginkan Kota Medan bisa cantik (tata ruang kota), bersih (dari korupsi dan kolusi), mulus (jalan raya) seksi (investasi dan bisnis) dan indah (bebas banjir dan sampah).

Nah, jika Kota Medan bisa secantik Luna Maya, pasti sesiapapun orang yang melihatnya dan berada di dekatnya akan merasa aman, nyaman dan tentram. Lalu, siapakah gerangan walikota yang bisa memoles Kota Medan secantik Luna Maya? Yang jelas tidak saya, karena istri saya tak menyukai lagu Ahmad Dhani, ”Madu Tiga!”

:: dedy ardiansyah
:: POJOK KOTA – MEDAN MENUJU 2010
Harian Global 30 Oktober 2010

komentar di facebook

LikeUnlike · · Share · Delete

    • Mohammad Reza Ali Akhirnya bang Dedi maju juga jadi calon Walikota Medan……………….
      Senangnya Medan bisa dipimpin orang muda seperti abang

      October 22, 2009 at 9:56pm · LikeUnlike
    • Anissa Uslim aduh, makasi bang..
      sampe segitunya..
      saya jadi malu..
      =)

      October 22, 2009 at 10:01pm · LikeUnlike
    • Marissa Har Loh kemarin ktnya gemar ama siti nurhalizah..
      Skrg dah luna maya,mana yg betul ne bg..
      Gak betul pun bg dedi.

      October 22, 2009 at 10:19pm · LikeUnlike
    • Dedy Ardiansyah ‎@Reza. hahaha…gilak ko za, tak ada endingnya seperti itu.
      @Anissa. kembali kasih….
      @Marisa. Siti Nurhaliza dah kawin sama datuk kaya raya, tak ada lagi ruang dihatinya untuk abang. hahahaha….

      October 22, 2009 at 10:39pm · LikeUnlike
    • Mohammad Reza AliLah, kan pemuda juga berhak jadi pemimpin bang

      October 22, 2009 at 10:41pm · LikeUnlike
    • Hendra Mulya

      tapi kita bukan memilih artis…
      kita sekarang ini tengah diuji untuk memilih siapa balon walkot yang dapat memberikan kemakmuran bagi rakyatnya… bukan balon walkot yang bisanya mengusik periuk para pencari nafkah…
      kita tak perduli balo…n walkot mana yang menggunakan luna maya menjadi bahan untuk mempromosikan dirinya… yang penting sekarang ini bukan kpribadian luna maya… tetapi kpribadian balon walkotnya yang kita liat…See More
      October 22, 2009 at 10:44pm · LikeUnlike
    • Grace Siregaraaaiiih…aiiihh..aih!!! mantap kali ulsanmu ded. mudah2n jumpa kau dgn si luna y? doa kami untukmu ;=)

      October 22, 2009 at 11:10pm · LikeUnlike
    • Agus P. SimorangkirHidup XL, Nyambung terus

      October 22, 2009 at 11:16pm · LikeUnlike
    • Dedy Ardiansyah‎@Hendra… cukup kritis. i like it…:D

      October 22, 2009 at 11:20pm · LikeUnlike
    • Dedy Ardiansyah‎@K’Grace. hahaha makasih kak. tulisanku ini mengulas sisi lain dari luna maya dalam kancah politik di Medan.@B’Petrus. Alahmak..jualan pulak dia ya..hahahaha.. jadi, kapan nya kita bisa jumpa bang?? hehehe…

      October 22, 2009 at 11:22pm · LikeUnlike
    • Hendra Mulyab’dedy: awak hanya ingin mengutarakan isi hati awak aja bang… heheheheh

      October 22, 2009 at 11:36pm · LikeUnlike
    • Sutanta Aditya Hmmmm…..Gimana kalau kita pilih Lunamaya nya aja?
      Loh sudah pemilihan ya?

      October 23, 2009 at 1:41am · LikeUnlike
    • Restu Bumicool… Nice story bro…

      October 23, 2009 at 2:03am · LikeUnlike
    • Andriadi TjhinKita memerlukan pemimpin yg punya inner beuty dia sendiri…dgn karisma , bijak dan yg telah terbangun kesadaran dalamnya… Siap “mencipta” menuangkan energi dalamnya dgn karya2 besar.. Bukan yg mengerogoti materi yg ada utk rakyat.

      October 23, 2009 at 5:43am · LikeUnlike
    • Teja Purnamatapi, bro, ingatlah : di balik kecantikan terkandung tengkorak… cantik gak tengkorak luna maya?

      October 23, 2009 at 8:19am · LikeUnlike
    • Denny Sitohangkau yang betullah wak… dulu kau bilang suka sama siti nurhalizah. sekarang luna maya. putuskan yang sama satu aja…

      October 23, 2009 at 12:27pm · LikeUnlike
    • Anita KencanawatiAwal tulisannya mengagumkan karena memuji Luna Maya habis2an, tapi ketika ujung2nya soal stiker balon walikota, jadi hambar deh….ternyata ada sisipan pesan sponsor…

      October 23, 2009 at 3:38pm · LikeUnlike
    • Anneke PriskilaLuna Maya oh… Luna Maya, kau telah memporak-porandakan hati komandan kami… ^_^

      October 23, 2009 at 3:39pm · LikeUnlike
    • M Zeini Zeinjangan terobsesi wak nanti malam salah panggil pula yang di samping tempat tidur

      October 23, 2009 at 5:41pm · LikeUnlike
    • Pandapotan Silalahixixixixixi

      October 23, 2009 at 6:50pm · LikeUnlike
    • Hedry HandokoOh Luna maya jgn kau hancurkan lagi hati abanganda kami…..xixixixixixi

      October 23, 2009 at 11:35pm · LikeUnlike
    • Sang Penanti Terimalah abangda kami, Luna Maya…
      Karena, tanpamu saya yakin hidupnya abangda kami gak akan sempurna….

      October 26, 2009 at 6:16pm · LikeUnlike
    • Jenderal Simanungkalitaku sudah melupankannya….

      October 30, 2009 at 9:15pm · LikeUnlike
    • Dedy Ardiansyah‎@all. thanks atas tanggapan kawan-kawan terhadap tulisanku tentang luna maya. agar tak menimbulkan ‘sak wasangka’ ada hubungan terlarangku dengan luna, maka aku lengkapilah tulisan ini. sesuai janjiku, artikel lengkapnya dah terbit di harian global, 30 okt 2009.barangkali catatan ini sudah menjawab semua pertanyaan dan penyataan tentang sejauh apa hubunganku dengan luna maya. qiqiqiqiqi….

      October 30, 2009 at 9:28pm · LikeUnlike
    • Tonggo Simangunsong tak pantas kalian mengagumi luna… barusan kulihat dia mangkal di kawasan pringgan… katanya nunggu angkot, eh, rupannya nunggu dinaikkan ke truk satpol pp… oh, luna mengapa begitu nasibmu, luna… luna (LU memang NAkal)…
      luna sekarang mendekam di antara jepitan satpol pp yang nakal… tak tahan,,, akhirnya dia pun mengaku,,, “aku bukan luna, aku udin…”

      October 30, 2009 at 11:10pm · LikeUnlike
    • Dedy Ardiansyahah, kok tau pula kau dia bernama luna. pasti dah sempat kenalan ko ya… hahahaha… tonggo..tonggo..tak kusangka dan tak ku duga….. kwkwkwkwkwkwk…..

      October 30, 2009 at 11:22pm · LikeUnlike
    • Tonggo Simangunsongitu pengakuan satpol pp-nya… malamnya pas luna diinterogasi, dia masih ngotot bernama luna… nah, setelah dibentak, baru ngaku, “udin, pak!…”

      October 30, 2009 at 11:28pm · LikeUnlike
    • Erika Yunifahahahahahahhahaa…. tak bisa aku koment ded… u’r the best lah Ded… tulisan mu oke punya looo..

      October 30, 2009 at 11:48pm · Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s