opini

Bacalah!

INGATAN  saya kembali ke masa SMA dulu. Pada sebuah kesempatan, seorang guru bertanya apa yang menjadi hobi kami. Diantara sekian banyak respon yang muncul, jawaban seorang teman membuat kami tak nyaman. Karena hobinya adalah membaca.

by Dedy Ardiansyah on Monday, March 22, 2010 at 11:50pm


Saya baru bisa memahami maksud dari hobi teman itu setelah belasan tahun kemudian. Membaca yang dia maksud ternyata bukan membaca dalam arti de jure; buku, majalah, surat kabar atau sejenisnya. Tapi membaca dalam arti luas. Pada praktiknya, dia mengajak hati dan pikiran untuk membaca realita. Membaca perubahan yang terjadi di sekeliling kita. Dari membaca cara ini, informasi sekecil apapun sesungguhnya bisa diperoleh, sekaligus membawa kita agar mawas diri.

Mawas diri? Kelihaian para teroris melakukan pengeboman JW Marriot dan Rich Carlton karena mereka mampu membaca situasi; menyusup ke hotel yang memiliki pengamanan ekstra. Atau memilih persembunyian yang menjungkirbalikkan seluruh teori terorisme; bersembunyi tak jauh dari kediaman Presiden (Cikeas) serta memilih rumah kos-kosan sebagai markas untuk menyusun aksi selanjutnya.

Paham ini adalah bukti jika para teroris berhasil memanfaatkan ketidakperdulian kita dalam membaca gelagat sosial masyarakat. Rasa ego dan cuek pada tetangga dan lingkungan itu ternyata menjadi senjata ampuh bagi mereka, para pelaku kejahatan.

Derajat bacaaan akan lebih tinggi jika kita berhasil membaca situasi alam. Bencana gempa yang terus mengancam beberapa tahun ke depan secara teori tak ada yang dapat memprediksi kapan dan dimana terjadi. Tapi sebuah kearifan lokal bisa mengajak kita untuk membaca tanda-tanda.

Pada tahun 2004 lalu, satu jam sebelum tsunami di Nanggroe Aceh Darusalam dan beberapa negara di Asia, para petugas Taman Nasional Yala di Sri Lanka mengamati tiga ekor gajah berlarian menjauhi pantai Patanangala menuju perbukitan.

Kelelawar panik berterbangan di selatan kota Dickwella. Ratusan gajah, macan tutul, harimau, babi hutan, rusa, kerbau, kera, serta jenis jenis reptil serentak menuju dataran tinggi. Di Thailand, beberapa ekor gajah yang sedang membawa wisatawan tiba tiba bergegas menuju bukit.

Discovery Channel beberapa tahun lalu juga pernah menginterviu seorang penduduk China yang lolos dari gempa besar. Dia diselamatkan ikan hias yang berlompatan dari dalam aquarium.

Pun, bencana gempa di Padang 30 September 2009, juga mengajak kita untuk membaca alam. Sehari sebelum gempa, ratusan monyet tiba-tiba menyerbu sebuah perkampungan. Padahal selama ini tak seekor monyet pun pernah ditemui di daerah tersebut.

Membaca dalam makna “de fakto” ini kalau saja mampu kita terjemahkan dalam suhu politik Kota Medan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mei 2010, barangkali bisa menghindarkan kita dari penyesalan berkepanjangan. Sudahkan kita mengenal pada para kandidat yang bakal maju jadi Walikota Medan?

Dari titik ini kita kemudian baru bisa membaca gelagat para calon, membaca visi misinya, membaca bahasa tubuhnya dan membaca setiap hal yang tersembunyi di balik janji-janji manis mereka.
Demikian pula sebaliknya. Seberapa jauh para calon walikota bisa membaca apa saja yang menjadi kebutuhan warga kota. Jika sang calon jeli membaca keinginan rakyatnya, maka yang lahir adalah empati dan motivasi untuk mengabdi, bukan janji apalagi korupsi.

Bacalah. Bahwa Medan perlu perubahan. Kota ini akan semakin tertinggal jika kita tidak pintar dalam membaca orang-orang yang kelak akan memimpin kita. Kita tentu tidak ingin menyesal jika kemudian hari gelisah karena ketidakmampuan kita dalam membaca dan memahami para calon walikota itu.

Iqra…. Bacalah…
Begitulah Allah memerintahkan Muhammad untuk pertama kali…. “Bacalah…..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s