navigasi

Catatan dari Balik Layar Kampanye SBY di Medan

Calon Presiden SBY, melakukan kampanye dialogis di Pardede Hall Medan,  21 Juni 2009. Ada beberapa catatan yang menarik buatku dari kampanye SBY. Tapi aku lebih tertarik bicara tentang komunikasi politik dari balik panggung megah kampanye di Minggu siang itu. Dalam catatanku ini, setidaknya aku belajar tiga hal.

by Dedy Ardiansyah

1. Pemilihan Lokasi.
Sempat terlintas di benakku, kenapa tim kampanye SBY lebih memilih Pardede Hall sebagai lokasi kampanye. Padahal ada banyak gedung serupa di Medan yang lebih lux, lebih refresentatif dan elegan. Ada sejumlah kemungkinan, misalnya pengamanan akan lebih mudah. Namun aku lebih tertarik soal politiknya. Begini.

Pardede Hall adalah salah satu asset yang dimiliki keluarga DR Tumpal D Pardede. Di situ juga ada Universitas Darma Agung dan Rumah Sakit Herna. Tak heran kalau kemudian jalan ini pun diberinama yang sama, DR TD Pardede.

Pardede seorang wirausahawan Sumatera Utara yang mempunyai usaha di berbagai bidang seperti perhotelan dan tekstil. Ia adalah pemimpin kelompok usaha keluarga yang sempat berjaya namanya, Pardedetex.

Secara garis politik, Pardede merupakan pengikut paham marhaenis Soekarno. Generasi politis Pardede kini dipegang oleh Rudolf Pardede, mantan Gubernur Sumatera Utara. Saat menjabat sebagai gubernur, Rudolf adalah Ketua PDIP Sumut. Sayang, masa itu tak lama. Konflik di tubuh partai ini berujung pada keluarnya Rudolf Pardede dari kepengurusan partai.

Kini, Rudolf jomblo, alias non partai. Padahal massanya ratusan ribu orang. Sangat militan. Terbukti dia lolos sebagai anggota DPD RI 2009-2014. Tercampak dari PDI-P, Rudolf diperebutkan tim kampanye JK-SBY.

Aku menilai, tim kampanye SBY-Boediono selangkah lebih maju dari tim JK. Mereka berhasil menjadikan ikon politik massa PDIP ini sebagai tempat untuk menjaring suara. Sesuatu yang sama sekali tidak mungkin dilakukan PDIP sendiri.

Bayangkan, kawasan ini adalah sebuah kompleks perumahan dan perkantoran keluarga besar TD Pardede. Ada ribuan bahkan ratusan ribu orang yang menggantungkan hidupnya dari kawasan ini.
Ada mahasiswa dan perawat yang inde-kos, ratusan pedagang kaki lima dan tukang parkir. Meski tak serta merta menjatuhkan pilihan, setidaknya mereka akan terinfluens dengan kampanye tersebut.

Untuk strategi komunikasi politik ini aku kasih poin 8.

 

komentar di facebook
LikeUnlike · · Share · Delete

    • Rini Astuti ‎2 hal lg apa bg?? kok cm 1 aja yg dijabarin

      June 21, 2009 at 10:22pm · LikeUnlike
    • Ivan Kuswandi Silaban Bos, Apakah Kesimpulannya: pemilihan lokasi memberikan efek samping kampanye? atau malah menjadi bagian dari kampanye? kalo misalnya kampanyenya di stadion teladan analisisnya kira2 gmn bos, teladan dkt bbrp universitas, mall n perumahan juga?

      June 21, 2009 at 10:28pm · LikeUnlike
    • Dedy Ardiansyah hehehe….sabar ya..masih dalam proses..

      June 21, 2009 at 10:29pm · LikeUnlike
    • Dedy Ardiansyah Menurutku sih begitu bos. Kampanye pilpres tak efektif mengerahkan massa di tempat terbuka. Yang mungkin dilakukan SBY adalah masuk ke basis massa lawan dan merebut simpati dari massa yang mengambang. Lagian , teladan gak bisa dipakai, KAMPAK FC bisa marah. Atau justru takut karena dikelilingi kampus yang militan itu.

      June 21, 2009 at 10:35pm · LikeUnlike
    • Mamik Roesdiatmo GOOD INVESTIGATION……..!

      June 22, 2009 at 10:52am · LikeUnlike
    • Dedy Ardiansyah ‎@mamik. tanks pak mamik. itu belum masuk kategori investigasi..hehehe..hanya deskripsi dan analisa sederhanaku saja kok..

      June 22, 2009 at 6:11pm · LikeUnlike
    • Mamik Roesdiatmo Ah,anda memang rendah hati,ini jelas sudah karya investigasi seorang jurnalis.! Semangat!

      June 23, 2009 at 11:07am · LikeUnlike
    • Tohap P. Simamora Tosim Pisau analisisnya masih kurang tajam

      June 23, 2009 at 8:37pm · LikeUnlike
    • Hedry Handoko Tapi aku nggak suka gaya kampanye na yg mirip-mirip obama gitu, menjiplak !!!!! , gak punya gaya sendiri

      June 24, 2009 at 12:58am · LikeUnlike
    • Herna Jacqueline Christnatasha Pardede woaw… analysisnya jadi bwt tau diri ni bang.. hahah g boleh macam2 lagi huhuh😀 share ya… bwt keluargaku..

      June 30, 2009 at 9:32pm · LikeUnlike
    • Herna Jacqueline Christnatasha Pardede kok tak bisa awa share?

      June 30, 2009 at 9:33pm · LikeUnlike
    • Dedy Ardiansyah boleh-boleh. tx

      June 30, 2009 at 9:33pm · LikeUnlike
    • Herna Jacqueline Christnatasha Pardede kalo ngetag g bisa ya bang? ada anak rudolf disini hehe

      June 30, 2009 at 9:34pm · LikeUnlike
    • Herna Jacqueline Christnatasha Pardede pak tua maxudku hahaa

      June 30, 2009 at 9:34pm · LikeUnlike
    • Dedy Ardiansyah silahkan herna. kalo di taq akan lebih simple. salam yah ama (anak) pak tua..

      June 30, 2009 at 10:20pm · Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s