opini

From Rusia With Love

Andai saja tendangan kaget Lampard dan tendangan melengkung Didier Drogba tidak membentur tiang gawang, final Liga Champion tak harus melewati drama adu pinalti. Tapi malam itu Chelsea memang ditakdirkan untuk kalah. Berawal dari kartu merah Drogba dan berlanjut kegagalan Jhon Terry mengeksekusi pinalti. Sebuah episode dramatis buat Roman Abramovich, sang pemilik klub.

oleh. dedy ardiansyah


Malam itu, Manchester United tampil di bawah form sebenarnya. Mendominasi pertandingan, namun para pemain MU tampil grogi. Peluang yang didapat Carloz Tevez, Ryan Gigs, Michael Carrick tak berbuah gol karena terlalu terburu-buru. Sebaliknya Chelsea tampil trengginas dan tetap menjaga ritme yang enak untuk ditonton.

Sekalipun MU tim favoritku, tapi aku harus fair memberi penilaian. Salutku buat Chelsea yang pada laga disiarkan RCTI, Kamis (22/5) dini hari itu tampil luar biasa. Tertinggal melalui gol brilian Cristiano Ronaldo di pertengahan babak pertama tak membuat Chelsea keder.

Jhon Teryy dkk terus berusaha bergerak, menyisir dari sisi kiri dan kanan pertahanan MU, membangun alur serangan dari tengah dan menutup laga pertama dengan gol Frank Lampard di sisa waktu 3 menit babak pertama. Dan skor 1-1 bertahan sampai waktu normal.

Sebelum berakhir pada drama adu pinalti, Chelsea harusnya bisa menambah gol. Sayang pada babak perpanjangan waktu, sebuah tendangan kaget Lampard hanya membentur tiang gawang, padahal Van der Sar sudah mati langkah. Hal serupa juga terjadi pada Drogba. Dari luar kotak penalti, striker asal Pantai Gading melepaskan tendangan, tetapi arah bola yang melengkung membentur tiang gawang dan memantul ke luar lapangan.

Aroma kekalahan Chelsea berlanjut saat Drogba menerima kartu merah karena “mencolek” pipi Michael Carrick di sisa waktu 3 menit babak tambahan waktu kedua. Jikalau Drogba tak dapat kartu merah, tentu saja, Jhon Terry tidak akan menjadi penendang terakhir. Karena beban berat itulah yang dipikul si Jhon.

Dalam posisi 4-4 (karena sebelumnya Cristiano Ronaldo gagal), Jhon Terry merupakan eksekutor terakhir. Dan jika gol itu terjadi, maka sebagai kapten, Jhon akan mencatatkan klubnya menoreh sejarah baru di Liga Champion, gelar eropa paling bergengsi yang belum pernah diraih klub asal Kota London itu.

Namun, kenyataan berkata lain. Hujan, lapangan licin dan Jhon Terry pun tergelincir. Dengan teramat ramah, bola yang ditendangnya menjauh dari jala Edwin van Der Sar. Jhon terpana tak percaya. Ia terduduk lemas. Mendekap kedua kakinya dengan mimik penuh penyesalan.

Inilah momen kebangkitan MU. Noda Terry itu, mengembalikan nama besar Cristiano Ronaldo. Mengangkat mental Anderson dan Giggs selaku eksekutor ke-6 dan 7. Juga mengobarkan semangat Van Der Sar untuk kembali berkonsentrasi. Sampai akhirnya, kiper Timnas Belanda itu membuat penyelamatan spektakuler dengan memblok bola Nicholas Anelka.

Akhir yang dramatis. Tontonan sarat emosi. Sebuah horor yang berakhir manis buat Manchester United.

Glory..glory…glory……Manchester United bergemuruh di stadion Luzhniki, Moskow, Rusia.

Gelar juara kali ketiga dan kedua sejak ditangani Alex Fergoson itu, mengobarkan kebahagian untuk semua fansnya di seluruh dunia. Sebuah kabar yang tentu saja membuatku happy. Karena hampir seluruh rekan di kantorku berpihak ke Chelase.

Satu lagi, kemenangan MU tentu saja tak mengenakkan bagi seseorang di sana. Seseorang yang berjanji akan memberikan hatinya untukku. Sebuah taruhan cinta dalam episode baru hidupku. Jadi jangan heran, untuk akhir fantastis ini aku memilih judul;From Rusia With Love……….

Ini dia momen-momen menegangkan itu:

I. JHon Terry Gagal Mengeksekusi Pinalti

1. sebelum melakukan tendangan

Mana Hujan, Becek, gak ada Ojek (baca: pake muncungnya Cinca Laura

Jhon Terry pun Tergelincir

4

Tergelincir 2

Terduduk lemas. Gelar juara di depan mata seketika sirna


Jhon Terry pun hanya bisa menatap dan meratap

Dan Anelka pun Gagal

Gelar Itu Hilang


Ronaldo, From Zero to Hero


Glory…glory…glory…

Manchester United Chaphion 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s