opini

Manchester United Juara!



Manchester United

Berita kemenangan Manchester United serasa spesial bagiku. Raihan juara ke-17 tim favoritku ini di ajang Liga Premier Inggris merupakan kado manis di ulang tahunku.

Bulan Mei benar-benar berkesan buatku. Manchester United, tim pavorit yang menjadi idolaku semasa kuliah dulu, kembali mempersembahkan kado spesial. Sebagai Juara Liga Inggris untuk ke-17 kalinya.

Meski aku tidak dapat melihat langsung pertandingannya, namun tidak ada tragedi yang berarti saat Manchester United melawat ke JJB Stadium, kandang Wigan, Minggu (11/5). MU menang 2-0, sementara saingan terkuatnya Chelsea malah ditahan imbang Bolton 1-1 di Stamford Bridge.

Lagi-lagi Cristiano Ronaldo punya andil. Gol pembukanya di menit 33 dari titik pinalti membangkitkan kepercayaan mereka yang awalnya tampil terbebani. Atmosfir juara kian kental setelah Ryan Giggs mencetak gol kedua di menit 81.

MU pun sangat “sah” menjadi juara karena tidak sekadar unggul selisih gol tapi juga menang poin dari Chelsea. Si Setan Merah ini mengumpulkan 87 angka, sedangkan Chelsea harus menjadi runner up dengan nilai 85.

Dari awal musim, aku sudah memperkirakan kalau MU akan kembali merajai Liga Inggris. Prediksiku itu bukan lantaran aku fans setianya MU, bukan.

Membandingkan komposisi pemain MU dengan tim lain di Liga Inggris saja, aku pikir MU jauh lebih komplit. Bagiku, ini merupakan komposisi terbaik yang pernah dimiliki skuad Sir Alex Ferguson selama 21 tahun menukangi tim ini.

Dan yang menariknya, musim ini MU benar-benar punya roh. Para pemain yang dibelinya tak hanya memiliki skill dan mental yang kuat, tapi juga berkarakter.

Terlebih Fergoson memilih para pemain beraroma Brazil di lini depan. Selain Anderson yang memang dari Brazil, Nani juga punya aroma itu. Pun kehadiran Carlos Teves (Argentina). Ferguson rupanya punya asum liar setelah melihat style Cristiano Ronaldo yang, dua musim terakhir memberi warna bagi timnya.

Lini tengah kian kental karena diisi sederet pemain mumpuni. Pembelian Owen Hagreves dan Michael Carrick seakan membuktikan kejeniusan Ferguson dalam melapis Paul Scholes dan Ji-Sung Park.

Sama halnya di lini belakang. Dengan hakkul yaqin, dia membuang Gabriel Heinze ke Real Madrid dan mempertahankan Patric Evra yang lagi-lagi punya style Brazil.

Anyway, MU akan kembali memberi kado spesial buatku lagi. Soalnya, Tanggal 21 Mei lusa, MU akan kembali tampil di final Champion, dan lagi-lagi melawan musuhnya di Inggris, Chelsea.

Siapa yang juara?

Catat prediksiku: MU 2- Chealse 0.

Ronaldo-Giggs Pastikan Gelar Juara MU (detik)

Manchester United memastikan merengkuh gelar juara Liga Inggris setelah menundukkan Wigan Athletic 2-0. Gol penentu gelar MU datang dari Cristiano Ronaldo dan Ryan Giggs.

Kemenangan ini sekaligus menyudahi persaingan ketat dengan Chelsea di beberapa pekan terakhir Liga Inggris. Pada pertandiangan lain, The Blues yang butuh lebih dari kemenangan untuk mengejar “Setan Merah” justru ditahan 1-1 oleh Bolton Wanderers.

Klasemen akhir Liga Inggris pun menempatkan Rio Ferdinand cs di posisi teratas dengan koleksi 87 poin. Unggul dua angka dari seteru terdekat mereka, Chelsea, di posisi dua.

Di JJB Stadium, Minggu (11/5/2008), MU sesungguhnya kesulitan mengembangkan permainan di menit-menit awal laga. Justru Wigan terlihat bermain lepas dan mampu memberi perlawanan cukup sengit.

Hingga 15 menit pertama pertandingan tak ada peluang yang mampu dikreasikan duet Wayne Rooney dan Carlos Tevez yang diduetkan di lini depan. Sementara Cristiano Ronaldo juga mendapat pengawalan khusus yang membuatnya tak mampu memberi banyak kontribusi.

Peluang pertama MU baru datang di menit 16. Umpan panjang yang dilepaskan Michael Carrick mengarah ke Rooney di kotak penalti Wigan, namun sontekan sang striker masih dihadang Emmerson Boyce. Dua menit berselang gantian Tevez yang membuang kesempatan saat dia tak mampu mengontrol bola dengan sempurna umpan terobosan yang dilepaskan Cristiano Ronaldo di kotak penalti tuan rumah.

Di menit 20 gawang Edwin van Der Sar justru mendapat ancaman. Dari sebuah kemelut yang diawali corner kick, tendangan Boyce di muka gawang melayang jauh dari sasaran.

Kesempatan MU kembali lahir dari tendangan bebas Ronaldo yang dengan susah payah ditepis Chris Kirkland. Delapan menit berselang Tevez gagal menyambar umpan crossing Ronaldo tepat di depan gawang.

Kesulitan menjebol gawang lawan, MU justru mendapat berkah saat wasit menunjuk titik putih di menit 32 menyusul tekel dari arah belakang yang dilakukan Boyce terhadap Wayne Rooney. Ronaldo yang menjadi eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna saat tendangannya ke arah kanan salah diantisipasi Chris Kirkland.

Tujuh menit sebelum turun minum Wigan mendapat kesempatan menyamakan kedudukan melalui Marcus Bent. Tapi tendangan voli yang dilepaskannya menyambut umpan Wilson Palacios gagal menemui sasaran.

Melalui tendangan bebas Ronaldo di menit 49, MU nyaris menambah keunggulan, meski kemudian tak membuahkan hasil lantaran mampu ditepis oleh Kirkland. MU sesungguhnya berhak mendapat penalti kedua di menit 53 setelah Titus Bramble melanggar Paul Scholes, namun kali ini wasit Steve Bennett memutuskan tak menunjuk titik putih.

Gempuran tim tamu berlanjut melalui Rooney yang sukses melewati Bramble, tapi dia gagal menambah koleksi golnya karena sepakannya dengan gemilang ditepis Kirkland. Penampilan apik kiper 27 tahun itu berlanjut saat mampu mengantisipasi tendangan jarak dekat Tevez.

Banyak ditekan bukan berarti Wigan tak memiliki peluang. Salah satu yang terbaik adalah melalui tandukan Emile Heskey yang cuma mendarat di atas jala Van der Sar.

Sepuluh menit sebelum bubaran MU merayakan pesta kecil menjadi juara saat mampu menambah keunggulan menjadi 2-0. Lolos dari pengawasan barisan pertahanan lawan, Ryan Giggs dengan mudah memperdaya Kirkland saat berhadapan satu lawan satu usai mendapat umpan dari Rooney.

Kesempatan terakhir Wigan memperkecil kedudukan datang melalui Figueroa, namun skor akhir laga bertahan di angka 2-0 karena sepakannya dari sudut sempit bisa diantisipasi dengan baik oleh Van der Sar.

Susunan Pemain
Edwin Van der Sar, Rio Ferdinand, Wes Brown, Patrice Evra, Nemanja Vidic, Michael Carrick, Paul Scholes, Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney, Ji-Sung Park, Carlos Tevez

 

One thought on “Manchester United Juara!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s