navigasi

Tamtomo Bakal Terganjal ‘Kudatuli’?

Tri Tamtomo maju sebagai calon gubernur Sumetare Utara. Betulkah dia masih terkait kasus ‘Kudatuli’? Mungkinkah persoalan ini bisa mengganjal langkahnya?

Purnawirawan jenderal itu diusung sebagai calon gubernur oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu menggandengkannya dengan Benny Pasaribu.

Mereka harus bersaing dengan empat calon lainnya untuk menjadi Sumut-1 periode 2008-13. Mereka adalah M Ali Umri/Maratua Simanjuntak, RE Siahaan/Suheri, Syamsul Arifin/Gatot Pudjo Nugroho, dan Abdul Wahab Dalimunthe/Raden Muhammad Syafii.

Dibanding calon lainnya, langkah mantan Pangdam Bukit Barisan itu sempat mendapat ganjalan. Tidak terlalu berarti, tapi isu ini bisa menjadi onak-duri bagi Tamtomo menjelang pesta demokrasi pada 16 April mendatang itu.

Akhir Maret lalu, Petrus Selestinus dari Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) jauh-jauh datang ke Medan. Dia menggelar sebuah diskusi yang intinya ingin memberitahukan kepada masyarakat Sumut bahwa salah seorang cagub masih bermasalah dengan hukum yaitu berstatus tersangka akibat terkait Kasus 27 Juli atau yang lebih dikenal dengan istilah Kudatuli. Itulah kasis penyerangan terhadap kantor PDI di Jl. Diponegoro.

Heboh soal kasus Kudatuli terhadap Tritamtomo, nyaris sama seperti yang dialami Susilo Bambang Yudhoyono menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden. Pada Juni 2004, Telegram Rahasia (TR) dikeluarkan Kapolri (saat itu) Jenderal Dai Bahtiar agar tim koneksitas melakukan pemeriksaan ulang terhadap kasus 27 Juli. Berbagai pihak berspekulasi, dibukanya kembali kasus itu untuk menjegal majunya SBY dalam Pilpres 2004 yang berpasangan dengan Muhammad Jusuf Kalla.

Tapi saat itu Humas Mabes Polri cepat memberikan klarifikasi bahwa antara tahun 2001-2002 SBY memang pernah dimintai keterangannya dalam kasus 27 Juli ini. Tapi itu sebatas saksi, bukan tersangka. Faktanya, isu Kudatuli tidak cukup ampuh untuk bisa menjegal SBY-JK dalam Pilpres 2004.

Yang jadi tersangka dalam Kudatuli cukup banyak. Tim koneksitas menetapkan 21 orang dengan menggunakan pasal 170 KUHP tentang kejahatan bersama-sama yang mengakibatkan pengrusakan barang, luka dan matinya orang. Ancaman hukuman maksimal 5 tahun 6 bulan kurungan. Selain itu, pasal 55 KUHP yakni menyuruh dan membantu kejahatan.

Triamtomo yang ketika peristiwa itu masih berpangkat kolonel, satu di antara 21 orang itu. Selain dia juga ada nama Alex Widya Siregar, Buttu R. Hutapea, Harsoko Sudiro, Sihombing, Letjen Sutiyoso, (almarhum) Mayjen Hamaninata, Brigjen Abubakar, Brigjen Indra Warsito, Kolonel Inf Harianto, Soerjadi (mantan ketua umum PDI), Rosyid, Edi Kusworo, H. Pratomo, Mayjen Zacky Anwar Makarim, Brigjen Syamsiar, Letkol Sunaryo, Mayor Inf Joni Suprianto, Kapten Polisi Seno, Yan Rumbia, dan Bram Raweyai.

Sebelumnya Pengadilan Negeri Jakarta Pusat juga sudah bersidang dengan menghadirkan enam terdakwa yaitu Kolonel Purn. Budi Purnama, Lettu. Inf. Suharto, Moch. Tanjung, Jonathan Marpaung Panahatan, Rahimmi Ilyas dan Joni Moniaga. Ketika itu, majelis hakim memvonis bebas empat terdakwa yaitu Budi Purnama, Suharto, Tanjung dan Rahimmi Ilyas. Sedangkan Jonathan divonis penjara 2 bulan 10 hari, sedangkan Joni meninggal dunia.

Untuk memeriksa ulang kasus 27 Juli ini, pemerintah membentuk Tim Koneksitas yang terdiri antara lain dari unsur Polri dan Puspom TNI. Dengan membebaskannya keempat terdakwa, terutama dari unsur militer, level yang pangkatnya di atas terdakwa tidak bisa dituntut.

Dibukanya kembali kasus 27 Juli untuk diperiksa ulang pada era 2004 tersebut, konon ada ceritanya. Sumber INILAH.COM di kalangan TNI, Selasa (1/4) sore mengatakan penyidikan Tim Koneksitas sudah selesai dilakukan. Bahkan untuk pelaksana di lapangan sudah disidangkan dan tidak terbukti bersalah alias divonis bebas. Sehingga, kata sumber, kalau pelaksana di lapangan tidak terbukti bersalah maka pihak yang di atasnya tidak mungkin disidangkan. [I4]

berita aslinya ada di:

http://www.inilah.com/berita.php?id=20834

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s