medan kita

Mereka yang Punya Kamus Bahasa Medan

Satulagi obat penawar rindu akan bahasa Medan. Di sejumlah web-blog dan milis, beredar luas kumpulan istilah-istilah yang dulu, di era 70- 80-an sering dipergunakan dalam pergaulan masyarakat di sejumlah daerah di Sumatera Utara. Pemilik blognya beragam, namun rata-rata pencetusnya adalah orang-orang perantauan yang sudah lama meninggalkan Kota Medan.

oleh: Dedy Ardiansyah

Satu di antaranya Ahmad Husein (38 tahun). Dia pemilik dari : http://www.kamus-medan.blogspot.com. Di blognya itu, Husein setidaknya sudah mengumpulkan hampir seribuan istilah-istilah bahasa Medan mulai dari A-Z. Blog tersebut adalah bentuk kegelisahannya melihat kian pudarnya bahasa Medan dalam pergaulan sehari-hari.

Menurut Husein, hilangnya bahasa Medan dalam pergaulan merupakan sebuah realita sosial yang wajar. Karena itu berlaku juga hampir di seluruh kota Indonesia. “ Pergeseran itu merupakan gejala umum yang juga terjadi di kota-kota lain. Penyebabnya tak lain karena ramainya sinetron-sinetron yang menyajikan budaya dan bahasa pergaulan remaja Jakarta,” ujar Husein.

Meski demikian, sebutnya, pergeseran itu jangan diabaikan begitu saja. Pihak-pihak terkait, dalam hal ini lembaga bahasa harus bisa menjaga dan melestarikan bahasa Medan itu supaya benar-benar tidak punah.

Ahmad Husein sendiri lahir dan dibesarkan di Medan. Ia tinggal di kompleks perumahan AURI, Polonia Medan. Begitu tamat dari SMA 3 Medan, melalui jalur PMDK, ia melanjutkan studi ke IPB. Dan kini ia berdomisili di Jakarta.

“ Tadinya kumpulan istilah Medan itu saya tulis di blog saya pribadi, http://www.duamata.blogspot.com. Rupanya respon teman-teman yang pernah tinggal di Medan demikian besar. Sehingga saya berinisiatif membuat blog sendiri. Lahirlah www. kamus-medan.blogspot.com,“ ujar Husein yang kini bekerja sebagai Koordinator Komunikasi Federasi Internasional Palang Merah Bulan Sabit Merah.

Dari blog tersebut, kata Husein, tak sedikit orang yang bersentimentil mengenang masa kecil mereka saat masih tinggal di Sumatera Utara. “ Adik kelas saya yang berada di Australia sampai terharu membaca istilah-istilah itu. Katanya, kamus yang saya tulis itu mengingatkan dia akan kampung halaman,” ujar Husein.

Husein awalnya cuma main-main membuat kumpulan istilah-istilah Medan tersebut. Kebetulan Fitri, teman sekantornya juga orang Medan. Kemudian mereka suka bicara dengan menggunakan istilah Medan, yang tak jarang terdengar asing di telinga orang banyak. Beberapa istilah juga diketahui Fuadi, teman se-timnya, yang urang awak itu.

” Maka, jadilah kami suka bertukar umpan bicara dalam logat Medan.Fuadi rupanya kreatif. Dia coba browsing di internet, dan ternyata ada beberapa blog yang sudah membuat kumpulan (kecil) istilah Medan ini. Kami makin ngakak, misalnya, ketika membaca web-blog Pak Jonru. Juga, penuturan dari Rini Aisyah. Cocok kalilah!” tulis mantan redaktur senior di Majalah Berita Mingguan GATRA dan Majalah GAMMA di pengantar blognya.

Blog yang dimaksud Husein adalah http:riniaisyah.blogspot.com. Menurut pemiliknya, mengumpulkan istilah –sitilah dalam bahasa Medan itu terinspirasi dari percakapan (chatting) di confrence YM dengan beberapa temen dari Medan, calon warga Medan, dan yang sedang dapat tugas ke Medan. Saat itu, salah seorang temannya menggunakan kata ‘merajuk’, yang jelas gak dimengerti artinya oleh teman-teman dari luar Medan.

“ Maka aku dapat ide untuk bikin daftar kecil-kecilan beberapa istilah Medan untuk teman-teman yang tidak mengerti,” ujar Rini yang tinggal di Jalan Setia Budi Medan ini.

Alasan yang hampir sama juga dikemukakan Jonriah Ukur Ginting, lelaki kelahiran Kabanjahe 7 Desember 1970. Di webnya, http:jonru.multiply.com, ia juga memberi penjelasan bagaimana belajar menggunakan bahasa Medan. Mulai dari istilah-istilah umumnya, sapaan akrab orang Medan hingga istilah-istilah dalam pemerintahan.

Tak cuma itu saja, Jonru, sapaan akrab ayah 1 anak ini, juga meluruskan pemahaman orang di luar Medan yang selama ini kerap mengidentikkan Batak adalah Medan.

Kembali ke kamus bahasa Medannya Husein. Satu hari Fuadi menantangnya untuk membuat kumpulan (kamus) istilah Bahasa Medan. “Sejak, itu, setiap ada istilah baru ditemukan (setelah tertawa-tawa ketika mempraktekkan penggunaannya), kata itu langsung saya entri ke dalam panduan ini. Berikut yang sudah sempat saya susun. Banyak di antaranya diambil dari dua web-blog Jonru dan Rini tadi,” sebut Husein yang juga berniat untuk membukukan istilah-istilah bahasa Medan tersebut dalam sebuah kamus.

Setuju Bang. Kami tunggu kamus bahasa Medannya ya..

5 thoughts on “Mereka yang Punya Kamus Bahasa Medan

  1. aku dukung itu bang. melihat medan kini terasa kali ada sesuatu yang hilang smg kt dpt merasakan kembali suasana kota kita paling tdk melalui istilah2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s