people

Indonesian Goalkeeper:

Markus

Horison

markus-horison.jpg

Di jagad sepakbola Indonesia, nama Markus Horison sudah tak asing lagi. Ya, dialah kiper andalan PSMS Medan dan penjaga gawang Tim Nasional Indonesia. Penampilan gemilangnya saat menghadapi Korea Selatan di Piala Asia tahun lalu, melambungkan namanya ke seantero negeri.

Pertengahan Januari lalu, aku ketemu dengannya di loby hotel Danau Toba Medan. Mengenakan kaos putih oblong dan bercelana jeans, lelaki pemilik tinggi 186 cm berbincang seputar karirnya dan masa depannya sebagai kiper.

Menurut lelaki yang akrab disapa Haris ini, partai melawan Korea Selatan merupakan pertandingan paling berkesan yang pernah dilakoninya. “Terus terang saya sangat kaget ketika pelatih menunjuk saya menggantikan Jenry Pittoy. Saya harus akui saat itu sangat grogi. Karena itu partai perdana saya di pentas Piala Asia. Apalagi lawannya Juara III Piala Dunia 2006,” ujar saat berbincang santai di lobi hotel Danau Toba, Medan.

Tapi karena sudah dipercaya begitu, mau tak mau ia wajib tampil lebih baik. Hasilnya, luar biasa. Serbuan-serbuan tim Negeri Gingseng tersebut berhasil ia mentahkan. Sebagai palang pintu terakhir di pertahanan Indonesia, Markus membuat sejumlah penyelamatan spektakuler. Sayang, Markus cs harus mengakui keunggulan tim negeri gingseng di menit akhir pertandingan. Indoseia kalah tipis 0-1.

Meski kalah, pamor Markus Horison justru bersinar. Namanya kian melambung. Banyak pengamat yang memuji penampilannya. Terutama kelebihannya memotong bola-bola udara. Sampai saat ini, posisinya sebagai kiper nomor satu di timnas tak tergantikan.

Haris, begitu ia akrab disapa, memulai keseriusannya menekuni hobi bermain sepakbola sejak berusia 13 tahun. Sekolah Sepak Bola Brandan Putra, jadi tempat pertama penempaan dirinya.

Sejak itu, dunia yang dikenal pemain berusia 26 tahun ini hanyalah sepakbola. Tak ayal, dia menjadi terasing dengan rekan-rekan sekampungnya meski Haris sudah mulai menapaki jejak kesuksesan sejak bergabung dengan PSMS Medan pada 2003 silam.

“ Waktu kecil dulu saya memang senang menjadi kiper. Mungkin karena badan saya lebih tinggi dari teman-teman lainnya,” ucapnya tersenyum.

Haris merupakan anak bungsu dari empat bersaudara dari Julius Rihinina dan Yenny Rosmawati (Alm). Ia dilahirkan di Pangkalanbrandan,14 Maret 1981. Haris kecil adalah anak yang baik. Bahkan ia menyebut anak Mama. Namun ketika ibundanya meninggal, ia mulai kehilangan arah. Apalagi ia sangat dekat dengan sang bunda. Namun beruntung, kenakalan-kenakalannya itu tak berlarut. Ia kemudian memutuskan untuk melarikan kenakalannya ke sepakbola, hobi yang sudah dilakoninya sejak kecil itu.

markusi.jpg

Saat usia 13 tahun, mulailah ia bergabung dengan Sekolah Sepak Bola Brandan Putra. Di sana bakatnya sebagai kiper muncul. Ditunjang dengan posturnya di atas rata-rata teman sebayanya, akhirnya ia memutuskan untuk berposisi sebagai kiper.

Bakatnya kian terasah ketika ia masuk ke tim Divisi III, Persatuan Sepakbola Langkat (PSL). Kebetulan ketika itu Rony Paslah adalah pelatihnya. Rony Paslah sendiri merupakan legenda kiper di PSMS Medan. Di tangan sosok idolanya itulah kemampuannya kian terasah.

Tahun 2001, lelaki yang selalu tersenyum saat bertanding ini mencoba peruntungan di tim Divisi II PSKB Binjai. Setahun kemudian karirnya naik ke Divisi I bersama Persiraja Banda Aceh. Setelah dua tahun malang melintang di Serambi Mekkah itu, akhirnya ia bergabung dengan PSMS Medan tahun 2003.

Di tim kebanggaan masyarakat Medan inilah grafik prestasinya kian menanjak. Setahun di bawah mistar tim Ayam Kinantan (julukan PSMS Medan) ia sudah mengantarkan PSMS menjuarai turnamen yang digelar Gubernur DKI Jakarta bertajuk “ Piala Emas Bang Yos” secara berturut-turut (2004,2005,2006). Bahkan di akhir turnamen, ia kemudian dinobatkan sebagai Pemain Terbaik.

Bagi pria berkepala plontos ini, turnamen Piala Emas Bang Yos merupakan sejarah baginya. Terutama Piala Emas Bang Yos tahun 2006 di mana ia melakukan penyelamatan spektakuler dengan mengagagalkan tendangan penalti tiga algojo PSIS Semarang, Zoubairoe, Indriyanto Nugroho, dan Julio Lopez.

Tak dapat dipungkiri, prentetan prestasi gemilangnya di PSMS Medan mengantarkannya masuk ke Timnas Merah Putih. Bahkan belakangan, posisi sebagai kiper nomor satu Indonesia belum tergantikan. Menurutnya, menjadi bagian dari tim nasional adalah impian para pemain bola. Dan itu sudah menjadi cita-citanya sejak kecil. Sekarang impian itu sudah terwujud.

Sayang, impian besarnya untuk mengantarkan PSMS Medan menjadi juara Liga Indonesia kandas di tangan Sriwijaya FC, Palembang. Di partai puncak, PSMS takluk 1-3. Lebih sayang lagi, kebersamaannya di PSMS pun tak akan lama. Karena kabarnya Markus disebut-sebut akan berlabuh dengan salah satu tim di Surabaya.

11 thoughts on “Indonesian Goalkeeper:

  1. markus jangan tinggalkan psms dong! soalnya nanti tim kebanggaanku itu pasti kalah kalo kamu ga ada.

    “mau bagaimana lagi cris, dia sudah pergi ke persik..”
    terimakasih ya, atas kunjungannya….

  2. aku sebagai salah satu fans berat Markus Horison,mau bilang kalo

    MAAAAAAARKUUUSS….!!!!!!!!!!!!
    kok hebat banget sih……….penampilanmu waktu melawan thailand di piala AFF sungguh mengagumkan…aku salut dengan kehebatanmu….
    berjuang Markus…………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    Cayo0…………….!!!!!!!!!!!!!!

  3. hay oom Markus…aku mau bilang kalo saatnya pertandingan kamu itu kok kelihatan meremehkan lawanmu..disaat lawanmu adalah tim yang tidak besar sperti TIMNAS,kamu selalu meremehkannya……..aku cuma mau bilang,hilangkan sikapmu itu…….kalo tidak,kamu akan mendapat karma….
    makasih…….!!!!!!!!!!!!

  4. markus……………………
    aku suka gaya kamu nangkap bola……
    I love you markus…
    aku fans berat kamu …….

  5. Markus…Ingatlah bahwa …..Nama tidak akan senantiasa bersinar…Gunakanlah waktu dan kesempatan yang ada selagi waktu itu masih bersama kamu…ada kalanya ketika kita tidak berdaya….maka semua orang meninggalkan kita…

  6. Om,latih saya supaya jadi penjaga gawang yg hebat dong…??
    soalnya saya ingin menjadi penjaga gawng yg hebat seperti Om…
    tolong kasih tau tips-nya ya???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s