PSMS

Ayam Kinantan Dicurangi

PROTES WASIT

Kiper PSMS Markus Horison dan pemain lainnya memprotes asisten wasit I Fahrizal M Kahar setelah terjadi gol ketiga pada pertandingan Sepakbola Copa Indonesia, di Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, kemarin. PSMS kalah 4-0 atas Sriwijaya FC dengan perpanjangan waktu.
Judul berita yang terbit di Koran SINDO (edisi Senin, 7/1/1008) ini pas dengan perasaanku saat menyaksikan pertandingan keduanya di Lativi. Yah, PSMS memang dicurangi.

Mungkin tuduhan itu terkesan ekstrim dan terlalu tendensius. Tapi apa boleh buat. Itu sikap dan persepsiku sebagai penonton plus fans berat PSMS.

Agak aneh melihat Lenglolo Christian (pencetak gol ketiga itu) bisa berdiri bebas di mulut gawang Markus. Hampir semua pemain belakang, PSMS mengangkat tangan menyatakan off side. Bahkan Markus beberapa detik sempat mengacuhkan gocekan si Lenglolo itu.

Memang diujung sana, ada Supardi yang posisinya, seperti sejajar dengan Lenglolo. Tapi yah itulah. Tak ada rekaman kamera yang bisa membuktikannya.

Ada beberapa kejanggalan yang bisa aku catatkan.

1. Kenapa tiba-tiba pertandingan PSMS vs Sriwijaya tak disiarkan secara langsung? Padahal sedari awal panitia (dalam hal ini LATIVI) sudah mengadang-gadangkan bigmach ini bakal live. Ini pertanyaan yang membuat banyak orang Medan penasaran.

Kesalahan teknis? Ah terlalu berlebihan. Soalnya ini partai kedua setelah Pelita Jaya vs Persita. Di hari dan TV yang sama. Artinya persiapan pasti sudah lebih matang.

2. Kenapa tidak ada kamera di Belakang Gawang Markus? Ini keanehan lain yang aku tangkap. Soalnya di belakang jala Sriwijaya ada satu kamera gantung. Nah lho, takut untuk dijadikan alat bukti?

3. Konon katanya, Fahrizal M Kahar, hakim garis yang “bertugas” di pertahanan PSMS itu sempat mengakat bendera. Tapi Purwanto menghiraukannya. Anehnya, bendera pun turun.

Dan dari awal pertandingan pun, asisten wasit itu banyak membuat keputusan berbau kontroversial dimana ia sering meng-on side-kan pemain Sriwijaya.

4. Ada skenario untuk mengawinkan gelar Copa dengan Liga kepada Sriwijaya FC. Soal skenario kayak begini, tak aneh lagi di tubuh PSSI.

Berikut cupilikan berita lengkap yang aku sunting dari SINDO.

PSMS gagal mempertahankan keunggulan dua gol kemenangan mereka. Saat melawat ke markas Sriwijaya FC (SFC), pasukan Ayam Kinantan kebobolan empat gol tanpa balas, tadi malam.

PSMS pun gagal mempertahankan tradisi lolos ke semifinal Piala Indonesia, sebab kalah agregat 2-4. Sebelumnya pada dua edisi turnamen yang disponsori pabrikan rokok Dji Sam Soe ini, Ayam Kinantan selalu sukses menembus babak 4 besar. Bertarung di Stadion Gelora Sriwijaya, SFC unggul melalui oleh Renato saat laga memasuki menit tujuh, lalu dua gol Keith Jerome Gumbs (54 dan 103), serta Lenglolo Christian (115). Pada derby Andalas ini pertarungan sesuai skenario berlangsung keras.

Bahkan, para pemain PSMS sempat melakukan protes saat terjadinya gol ketiga SFC di babak kedua perpanjangan waktu. Mereka memprotes kalau gol dari Keith Jerome Gumbs tidak sah, lalu Markus Horison dkk mengejar Asisten Wasit 1 Fahrizal M Kahar melakukan protes. Laga pun sempat terhenti sekitar 10 menit. Pelatih SFC Rahmad Darmawan usai laga enggan berkomentar banyak soal pertandingan yang sempat terhenti.

”Saya tidak terlalu melihat proses gol ketiga yang menjadi awal keributan. Saya hanya melihat sekilas bahwa bola tadi seperti apa ,tapi akan lebih jelas jika kita samasama melihat di siaran tunda. Kami juga ingin memberikan apresiasi terhadap apa pun yang terjadi pada hasil pertandingan ini. Sama kita juga pernah mengalami hal itu ,tapi kita juga harus berjiwa besar,”ujar Rahmad.

Sementara dari PSMS, tidak ada satu pun ofisial Ayam Kinantanyang bersedia berkomentar setelah pertandingan selesai. Bahkan, saat jumpa pers tidak ada perwakilan dari PSMS yang datang. Pelatih PSMS Fredy Mulli saat meninggalkan lapangan juga hanya melambaikan tangannya ke arah bangku cadangan tuan rumah.

Pada semifinal, Sriwijaya FC bakal menantang Pelita Jaya Purwakarta. Pada laga di Stadion Jala Harupat, Pelita Jaya menang atas Persita, 2-0. Dua gol klub berjuluk Pendekar Gunung Parang dicetak oleh Ivan Jerkovic jelang jeda serta gelandang muda Egi Melgiansyah dua menit sebelum laga usai.

Sama seperti laga di Palembang, pertandingan ini juga diwarnai kericuhan akibat kepemimpinan Wasit Effendy yang sering mengambil keputusan salah. Bahkan, Pelatih Pelita Jaya Fandi Ahmad seusai laga mengakui kalau pengadil asal Malang itu memang memimpin laga kurang tegas.

”Saya tak bisa komentar soal wasit, keputusanya memang salah tapi tak usah menekan wasit seperti itu. Saya sedih melihat kondisinya selalu seperti ini,” cetus Arsitek berpaspor Singapura tersebut. Sedangkan kubu Pendekar Cisadane, julukan Persita, murka dengan kekalahan yang mereka derita ini.

”Kami sudah mewanti-wanti persoalaan non teknik, bahkan hingga malam saat digelarnya technical meeting. Jangan pakai teori probabilitas deh, kalau wasit berpegang teguh pada aturan,kami katakan kami pun tahu aturan,” tegas Asisten Pelatih Persita Yudo Hadiyanto. Lebih lanjut Yudo mengungkapkan, Persita akan segera melayangkan surat protes untuk menggugat kepe- mimpinan wasit dan hasil pertandingan.

”Jelas kami akan secepatnya melayangkan surat protes.Anda bisa lihat sendiri bagaimana kelirunya wasit saat mengkartumerahkan Kerry (Yudiono). Ironisnya Pengawas Pertandingan justru mengesahkan keputusan wasit. Saya tidak tahu apa alasannya,”imbuh Yudo.

Sementara itu, di luar lapangan ada sekitar 1000 suporter Pelita Jaya yang datang ke Soreang dari Purwakarta, diserang sekelompok pengendara bermotor di sekitar Jalan Cipatik. Bahkan, salah satu bus dari sekitar 5 bus yang mereka tumpangi mengalami rusak berak akibat lemparan batu. (SINDO| sidratul muntaha| mohamad taufik)

One thought on “Ayam Kinantan Dicurangi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s