people

people

main_kroc2.jpeg

Ray “McDonald” Kroc

Semua bisnis yang sukses memerlukan kerja keras. Termasuk bisnis restoran. Namun sukses di bidang ini kerja keras saja ternyata tidak cukup. Dibutuhkan insting dan semangat pantang menyerah. Salah satu pelaku yang menjadi legenda di dunia bisnis itu adalah Ray Kroc, perintis bisnis waralaba McDonalds.

________________________________________

0427_18innova.jpgJika usia setengah baya dianggap terlalu tua untuk merintis usaha baru, tidak demikian dengan Ray Kroc. Pengusaha hamburger kelas dunia ini memegang prinsip “anggur”, yaitu semakin tua usianya semakin berjaya. Bekas penjaja mesin milkshake ini memulai usaha pengembangan restoran waralaba cepat saji McDonald’s di usia yang telah mendekati masa pensiun. Pria kelahiran 5 Oktober 1902 dari keluarga Czechnya yang menetap di Chicago, Illinois ini tidak menjadi apatis karena pertambahan usia.

Ia terus berkarya, bahkan menciptakan perubahan besar yang positif bagi kehidupannya dan orang-orang di sekitarnya di usia 52 tahun.

 

mcdonalds-aboutus_history.jpg

Kroc sempat termasuk dalam 100 daftar pembangun dan tokoh dunia menurut versi majalah TIME. Dia juga pemilik tim bisbol San Diego Padres yang dimulai pada tahun 1974. Ray Kroc adalah anak pungut yang tak pernah mengenal orangtua kandungnya sehingga harus bekerja di sebuah restoran barbeque sejak masa kanak-kanak. Dia tidak pernah tamat SMA. Dia juga pernah menjadi sopir ambulans selama PD I bersama Jerry Mathew. Dan menjadi penjaja mesin milkshake keliling. Kehidupan seperti ini dijalaninya selama lebih dari 30 tahun.

Dari pengalamannya sebagai menjadi pramuniaga, ia bertemu dengan banyak orang dan mengamati, mempelajari, dan membandingkan sistem kerja dari perusahaan-perusahaan yang dikunjunginya. Salah satu perusahaan yang dianggap berhasil adalah sebuah restoran cepat saji di San Benardino yang dikelola oleh kakak beradik McDonald. Sistem kerja dari keluarga inilah yang kemudian dipelajari dengan seksama, dibeli hak pakainya, diadaptasi dan dikembangkan Kroc dalam jaringan restoran waralabanya. Banyak penjual yang hanya memikirkan keuntungan besar sesaat.

Berbagai cara dilakukan agar keuntungan cepat dapat diraih, antara lain menaikan harga setinggi langit atau mengurangi kualitas. Hal ini tidak berlaku bagi Ray Kroc yang menjaga kualitas hamburger, pelayanan, kebersihan dan manfaat yang diberikan pada pelanggan. Kualitas yang diberikan selalu nomor satu dan konsisten di setiap outlet yang dibukanya. Konsistensi dalam mutu membangun kepercayaan pasar terhadap semua jenis makanan dan pelayanan yang disajikan oleh waralaba hamburger dunia ini.

Ray Kroc memang tidak mengenal kompromi terhadap kualitas. Namun, dia memegang prinsip menghormati masyarakat dan budaya tempat outletnya didirikan. Misalnya saja, di Indonesia, bisnis restoran yang dinakhodai Ray Kroc ini mempekerjakan karyawan Indonesia dan memperkenalkan berbagai menu variasi yang diadaptasi dari makanan daerah seperti bubur ayam, sate, ayam goreng, sambal.

Pembauran dengan budaya dan masyarakat setempat, menyebabkan restoran ini mudah mendapat hati penduduk sekitar dan menjadi kaya dalam variasi menu. Akibatnya restoran itupun cepat berkembang dan perkembangan ini juga membawa keuntungan bagi masyarakat setempat. Intuisi bisnis menjadi kunci selanjutnya. Memang Ray Kroc bukan pemilik McDonalds yang pertama. Sesuai namanya, pendiri restoran burger itu memang McDonalds bersaudara. Howard Schultz yang sangat identik dengan Starbucks Coffee juga bukanlah pendiri Starbucks.

Namun, apa boleh buat, mereka lebih dikenal orang sebagai pendiri McDonalds dan Starbucks karena merekalah yang memiliki intuisi bisnis dan kemampuan untuk menangkap konsep dengan segala kerumitannya, sekaligus menjalankannya dengan cara terbaik. (berbagai sumber)

 

 

krocs.jpg utama_-ray.jpg

Teks : Ray Kroc wafat pada 14 Januari 1984 akibat gagal ginjal di Rumah Sakit Scripps Memorial di San Diego dengan meningalkan istri keduanya Joan B. Kroc.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s