people

people


John S. Pemberton

Coca Cola, seperti beberapa merek lainnya, kini bukan lagi menjadi sekadar merek dagang, tapi sudah menjadi simbol globalisasi. Bahkan buat sebagian orang dibayangkan sebagai Amerikanisasi.

Penemu formula minuman fantasitis ini bernama John S. Pemberton. Pemberton yang biasa dipanggil Doc, adalah seorang ahli pharmasi, yang tinggal di kota Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Dia banyak mengembangkan obat-obatan paten yang diakui khasiatnya oleh masyarakat.

Suatu hari di tahun 1885 ia menyampaikan niatnya pada Frank Robinson, sejawatnya yang mengurus keuangan untuk membuat minuman segar yang bisa dinikmati banyak orang.

Pemberton dibantu Robinson mulai mencari dan mengumpulkan biji Cola, tumbuhan asli daerah tropis Afrika Barat, dan daun Coca yang pohonnya berasal dari Amerika Selatan. Proses pengeringan biji Cola dan daun Coca dilakukan secara manual oleh Pemberton. Setelah seminggu dijemur, Pemberton meramu biji Cola dan daun Coca kering untuk diambil ekstrak atau sarinya dengan menggunakan ketel dari bahan tembaga dan pengaduk dari pohon oak tua.

Usaha Pemberton membuat minuman segar berhasil. Ramuannya terwujud seperti yang diharapkannya. Kemudian Robinson mengusulkan nama Coca Cola untuk ramuan tersebut yang segera diterima oleh Pemberton. Formula Coca Cola kemudian oleh Pemberton diberi nama “Merchandise 7X”, atau disingkat M7X dan sangat dirahasiakan.

Minuman segar coca cola kemudian dilempar ke pasaran oleh Pemberton dan Robindon sendiri. Mereka menjualnya dalam guci dan dibawa berkeliling ke kota
Menggunakan gerobak kuda. Hari pertama minuman mereka dijual secara gratis dan mendapat sambutan baik dari masyarakat setempat.

utama-foto_john-s-pemberton.jpg

asa_candler.jpg

Setelah berjalan setahun, Pemberton segera menyadari bahwa ia hanyalah seorang penemu. Penjualan minuman yang dilakukannya bersama Robinson tak terlalu membuahkan hasil. Dalam tahun pertama penjualan coca cola hanya laku sekitar $US 50 saja. Sementara Pemberton sudah bertekad jika ramuannya ini harus dapat tersebar luas dan dapat dinikmati oleh semua orang di seluruh dunia.

Setelah lama berpikir Pemberton mendapat jalan keluar. Ia akan memberikan ramuan ini pada orang yang tepat yang dapat mengembangkannya sesuai impiannya. Kemudian ia mendatangi Asa Candler, seorang pelayan grosir obat Dr Jacobs Pharmasy, yang dikenalnya secara baik, untuk mengatur sebuah pertemuan. Keesokan harinya Pemberton kembali mendatangi Candler dengan membawa guci berisi minuman segarnya dan formula M7X yang sangat dirahasiakannya. Semula Candler tidak mengerti apa yang akan diserahkan Pemberton, namun Pemberton dapat meyakininya bahwa guci yang dibawanya merupakan guci wasiat.

Satu wejangan Pemberton yang tak bisa dilupakan oleh Candler adalah jika ia sudah merasa tak sanggup lagi mengurus formula M7X. maka harus memberikannya pada orang lain yang bersedia dan mampu membuat Coca cola lebih hebat lagi. Sebagai tanda terimaksih Candler memberikan seluruh tabungannya pada Pemberton yang semula menolak untuk menerimanya. Menurut sebuah sumber jumlah tabungan Candler yang diberikan pada Pemberton adalah senilai $US 500. Tak lama setelah pertemuan itu Pemberton meninggal dunia tahun 1888.

Candler, karena masih bekerja sebagai pelayan toko, meminta ijin pada bos nya untuk mecoba mengolah ramuan Pemberton. Sebetulnya Candler adalah seorang anak pedagang terkenal dari Atlanta, namun ia amat rendah hati dan tidak menggantungkan diri pada kekayaan orangtuanya. Setelah berhasil mengolah ramuan Pemberton, Candler menyimpannya pada wadah yang menarik agar dapat mengundang pembeli, yaituGuci berlogo coca cola. Tak hanya itu Candler juga memasang spanduk bertuliskan “Menjual Minuman Coca Cola” di depan toko obat dr Joseph Pharmacy. Hanya dalam hitungan jam minuman Coca cola laku terjual. Tahun 1889 Asa Candler melalui toko Joseph Jacob’s Pharmacy menjual Coca Cola untuk pertamakalinya.

Atas nasihat dr Joseph, bosnya, Candler mulai memperkenalkan Coca Cola di beberapa tempat. “Ayo.ayo, siapa saja, di mana saja, minumlah Coca Cola.” Slogannya ini kemudian juga dipakai untuk promosi coca cola di berbagai media. Usaha Candler berhasil. Ia menjual Cocola dengan guci-guci yang indah, di taman, di perkantoran,, di hotel, di restoran-restoran terkenal, selama berbulan-bulan. Candler setiap pagi selalu mengawasi penjualan produknya dari kejauhan.

Tahun 1892, Candler memutuskan untuk membentuk The Coca Cola Company bersama relasinya di Georgia Atlanta. Setahun kemudain, 1893 Candler mematenkan Coca Cola sebagai merek dagang. Coca Cola sesungguhnya bukan minuman ringan pertama di Amerika, tapi ketika sudah mendapat paten Coca Cola menjadi minuman utama yang dijual di Soda Fountain, toko minuman ringan, es krim dan sebagainya.

Seiring berjalannya waktu pabrik Coca Cola semakin besar. Sejak formula itu dijual Pemberton tahun 1888 kepada Asa Candler, sampai saat ini Coca Cola sudah berpindah kepemilikan sebanyak empat kali. Ketika Pemberton menyerahkan formulanya tahun 1888, Candler menghargainya US$ 500. Tahun 1919, 33 tahun kemudian, Candler menjual merek dagang Coca Cola seharga US$ 25 juta atau 5 juta persen atau 50.000 kali dari jumlah yang pernah diberikannya kepada Pemberton. Nah, berapa nilai jual Coca Cola saat ini?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s