my story

regita cahyani ardiasari

6.jpg 7.jpg

Sumpah, melakoni  tugas seorang istri itu ternyata tak mudah. Gak percaya, cobalah sesekali kalian mengambil alih tugas-tugas istrimu di rumah, memasak, nyuci, ngepel, atau menjaga anak.

Nah, dalam beberapa bulan terakhir, aku telah menjalani sebagian peran seorang ibu dengan menjaga putri kecil kami, Gita. Saat pagi datang, istriku biasanya belanja untuk kemudian diakhiri dengan memasak di dapur. Ritual itu setidaknya memakan waktu hingga tengah hari.

Nah, saat dia sibuk dengan aktifitas di dapur, giliran aku yang menjaga bidadari kecil kami. Mau tahu rasanya? Hmm..luar biasa nikmat! Aku seolah seorang bapak yang baru dianugrahi satu anak. Padahal kan tidak. Itu terjadi karena ketika abangnya kecil, aku tak terlalu intens menjaga, karena dibantu sang nenek.

Nah, untuk kali ini, kami hanya tinggal berempat (aku, istri dan kedua anakku). Sempat sih mertuaku membantu, tapi tak itu lama, begitu si kecil masuk usia sebulan, ia kembali ke kampungnya. Praktis sejak saat itu kami berbagi waktu antara menjaga si kecil dan abangnya. Untungnya anak laki-lakiku tak cemburuan. Malah sering pula ia ikut menjaga adiknya.

Selain bertugas menjaga di pagi hari, aku pun sering kebagian tugas untuk menjaganya di malam hari (sepulang kantor). Dengan seringnya berinteraksi tadi, aku jadi dapat menyaksikan seluruh proses pertumbuhannya. Dan itu sebuah kenikmatan yang tak semua orang lain dapat merasakannya.

Aku melihat bagaimana ia belajar mengangkat kepala, kemudian telungkup, merangkak dan kini , ia dalam proses belajar berjalan. Senang sekali menyaksikannya melangkah satu-satu sambil tertatih-tatih, kemudian tiba-tiba berjalan cepat sambil menyosong tangan yang menyambutnya. Kalau sudah begitu, jatuhlah ia dalam pelukanku… Hm…luar biasa senangnya dia……….

Oia, anakku ini lengkapnya bernama Regita Cahyani Ardiasari. Sekilas mirip dengan nama mantan istri Tommy Soeharto, Raden Ayu Ardhia Pramesti Regita Cahyani Soerjosoebandoro atau biasa dipanggil Tata. Istriku memang sengaja mengambil nama tengah si Tata itu buat anak kedua kami ini. Katanya, nama itu sudah lama ia idam-idamkan ketika usia kandungannya berusia tiga bulan. Yah syukur-syukur, kecantikan, keayuan dan rezekinya gak jauh-jauhlah dari si cantik Tata itulah.

Gita, begitu kami memanggilnya, lahir pada Jum’at (kliwon) pukul 23. 30 pada 28 November 2006 lalu. Entah karena kelahiran Kliwon itu pula, anakku ini lasaknya minta ampun. Ia sangat aktif bergerak. Apalagi kalau sudah menaiki Apollo, – biasa disebut becak bayi-, wah..dia bisa ngebut dari pintu depan sampai dapur.

Kini, tak terasa, usianya hampir setahun. Semoga ia tetap diberi kesehatan untuk menatap hari esok…

2 thoughts on “regita cahyani ardiasari

  1. Memang berat kok jd perempuan,
    tugasnya spt general affair manager.
    Kalo mau digaji,
    pasti kalian kaum suami tdk akan sanggup menggajinya.. :p

    Gita…krn sagitarius ya? udah mau ultah ya…

  2. whhaa nama anaknya sama dengan nama saya. Salam buat Gita kecil yaa… Saya kalo dirumah juga dipanggil Gita, tp nama beken diluar rumah : Rey, hehe… usianya brp skrg? 3 tahun ya? semoga jadi anak yang sholehah dan menyenangkan yaa…🙂

    salam dari “kembaran”
    -Rey-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s