documentary / makan enak / medan kita / wisata

Nikmati Kolak Durian ala Medan

kolak duren ocre.jpg

Dimakan begitu saja durian sudah terasa nikmatnya, apalagi bila disajikan secara istimewa. Keistimewaan rasa lain dari buah durian inilah yang coba ditawarkan oleh Rizal Berkah (49). Bermodalkan sebuah pick-up, kursi plastik dan perlengkapan sederhana lainnya, ayah enam anak ini membuka usahanya di Jalan Abdul Haris Nasution (lebih dikenal Jalan Asrama Haji) Medan. Persisnya di antara kantor Dinas Pendapatan Kota Medan dan Dinas PU Pengairan Sumut.

Dengan durian sebagai menu istimewanya, Rizal mengkreasikan buah berduri tadike dalam berbagai variasi rasa minuman yang menyegarkan. Antara lain, kolak ketan durian, kolak pisang durian, kolak alpukat durian dan kolak kacang hijau durian. Namun yang paling populer adalah kolak durian atau tepatnya es kolak durian.

Kepopuleran kolak durian ini diluar dugaan Rizal. Karena begitu dibuka mulai pukul 13.00 Wib hingga 19.00 Wib, tempat jajanan pinggir jalan itu selalu ramai dikunjungi orang-orang yang penasaran untuk menikmatinya.

“Alhamdulillah sejak dibuka empat bulan lalu, tempat ini tak pernah sepi pembeli. Meski sering kewalahan melayani banyaknya pembeli, kami tetap berusaha mengutamakan kelezatan, servis dan kebersihan,” menyebutkan motto usahanya.

Sebenarnya kolak durian di sini hampir sama dengan es kolak dingin (kolding) atau es kolak jenis lain yang duluan populer. Namun karena bahan utamanya durian jadi terlihat unik. Apalagi kalau dinimati dalam keadaan dingin, sensasinya tentu terasa lain.

Untuk melengkapi kolak durian ini, Rizal mencampurkan pulut (ketan), gula merah dan santan sebagai kuahnya. Sedangkan varian yang lain tinggal dicampur pisang, alpukat, serabi kacang hijau atau bergantung pilihan pembeli.

Dan gara-gara keunikan itu pula, banyak yang tergoda untuk mencoba. Apalagi harganya cukup terjangkau Rp. 5000 per porsi. “ Saya penasaran gimana sih rasanya es kolak durian ini. Karena saya kira menu makanan ini masih langka dijual di Medan, bahkan mungkin hanya dijual di sini,” sebut Elvi.

Alasan serupa juga diucapkan Muhammad Syafii Hasibuan. Menurut pegawai perkebunan ini, keunikan dari es buah durian ini membuatnya lebih cepat digemari . “ Selain unik, ternyata es kolak durian ini juga enak,” ucapnya sembari memesan lima bungkus es kolak durian. “Teman-teman di kantor nitip minta dibungkus,” sambungnya.

Ide Awal
Rizal mengaku sebenarnya berjualan kolak durian bukan hal baru karena sudah dirintisnya di Medan sejak 1990. Namun karena alasan ketidakcukupan modal, ia harus berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Ide membuka usaha ini bermula ketika ia disuguhi sarapan bubur durian di rumah temannya yang berada di Aceh.“Ketika itu saya langsung berpikir ini merupakan peluang yang baik kalau di kembangkan di Medan. Apalagi kota Medan sangat identik dengan durian,” ujar lelaki bersuku minang ini.

Insting dagang suami dari Asnah ini tidak keliru. Sejak dirintis 17 tahun lalu, dagangan olahan dari buah durian ini cukup digemari kendati ia selalu berpindah-pindah tempat. “ Beginilah risiko berdagang. Begitu kelihatan laris ada saja yang iri. Saya sudah berapa kali berpindah tempat karena diusir dengan bermacam alasan oleh si pemilik,” aku Rizal yang saat memulai dagang kolak durian menyewa pertapakan di kawasan Pasar Peringgan, Medan.

Sedangkan untuk usahanya di kawasan Asrama Haji baru dimulainya sejak empat bulan terakhir. “ Alhamdulillah di manapun saya membuka usaha selalu diberkahi, selalu ramai pembeli,” ucap Rizal mantap.

One thought on “Nikmati Kolak Durian ala Medan

  1. Pingback: Ucok Durian, Durian Medan | dedy ardiansyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s