my story

ketika kembang api meledak di dada ini

kembang api25 Sept 07

Jangan terlalu kaget membaca judulnya. Itu cuma luapan emosi sesaat karena melihat situasi dan kondisi yang jauh dari impian. Bayangkan, demi sebuah kesenangan, demi sebuah tradisi; yang erat kaitannya dengan gengsi, seluruhnya larut dalam kepongahan.

Kemarin malam, tepatnya akhir September lalu, halaman depan kantorku penuh sesak oleh manusia-manusia yang tengah berpesta. Sebuah pesta yang sarat dengan ritual hura-hura.

Di tegnha barisan dengan pongah, seorang lelaki dengan fisik tambun, berambut ‘hemat’ dan berkulit putih, berjalan menuju kerumunan orang. Wajahnya sumringah dengan ekspresi; angkuh, ia mengangkat tangan, sebagai tanda sebuah ajakan bagi yang lain, untuk berkumpul ; agar menjadi saksi kalau malam itu ia akan membakar sebuah kembang api Rp seharga 2,5 juta.

Daaar!! Warna-warni indah berpendar di langit gelap, menciptakan sebuah terang yang memikat.

Daaa!! Warna-warni itu membuat ribuan pasangan mata terpana..

Daaarrr!! …Daaar…!!..Daaaarrr!!

Aku tak menghitung berapakali letusan bungan api berpendar di langit hitam. Aku cuma melihat, lelaki ia tersenyum bangga. Bangga karena telah mewarnai taman itu dengan uangnya, dengan kembang apinya.

Aku juga tak menghitung berapa banyak orang yang memuji kembang apinya di malam itu.

Yang aku tahu, sejak 2 minggu lalu dan 2 minggu ke depan, aku dan yang lainnya, hanya bisa diam. Momen indah kali ini, kami tak dapat menikmati kebersamaan, karena sebuah kebijakan yang memotong anggaran untuk menjalin keakraban.

Alasannya tentu saja penghematan. Tapi bagaimana dengan kembang api yang sebijinya seharga Rp. 2,5 juta itu?? Pantaskah??

2 thoughts on “ketika kembang api meledak di dada ini

  1. Sabar lah om. Bukankah di bulan ini ente diuji😛

    Sebenarnya kalau mo ditilik lebih jauh sih mungkin saja sang bos pun tidak tahu kebijakan pemotongan anggaran tersebut. Wong bukan dia pelaksananya.

    Well ini pemikiran saya pribadi. Gimana dengan Pak De :lol

    tengkiu Mr Alim. Sabar, saya sabar kok….hehehe

  2. Tapi lumayan ded, masih dpt THR kan?
    Di tempat kami THRnya hanya 1/2 lho😀

    waduh, benar-benar apes tuh kalo THR-nya jadi 1/2…
    oia, lama yah gak jumpa. jadi kangen nih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s