puisi

Tanpa Kata-kata

Di ujung jalan itu aku temukan dirimu

Sangat ceria dengan tawa yang membahana
Putih bola mataku mengikuti, menyusuri lekukan wajahmu
Terasa gundah yang hancurkan hasratku

Terkadang aku berpikir apa yang kau pikir
Terkadang aku melihat apa yang kau lihat
Cuma aku tak mengatahui apa yang kau ketahui
Aku tak mengetahui apa yang kau ilhami

Aku hanya dapat merasa, menafsir dan menakarnya
Meski jauh, namun terasa membasahi
Meski tak dapat menggapainya, aku dapat nikmati.

Bagiku, hari ini lebih indah dari hari kemarin
Sekalipun embun malam ini menepis bayang-bayangmu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s