my story

Tentang Sesuatu………

Hari ini aku belajar banyak tentang kehidupan. Cerita tentang sebuah kesabaran, yang tak selamanya berbuah manis. Hari ini, ponselku mengabarkan tentang sesuatu. Sesuatu yang sebenarnya sudah cukup lama aku mencari kepastiannya. Sesuatu itu yang tentu saja memberi kabar menyesakkan…..

Akhir Maret lalu, tepatnya pada minggu ketiga, aku mengabarkan tentang sesuatu kepadanya. Berbicara soal sebuah rencanaku yang membutuhkan satu dukungan. Tidak lama, hanya sekitar 10 hingga 15 menit. Jawaban yang aku terima belum pasti. Masih menggantung.

Pekan pertama April aku kembali mengabarkan tentang rencanaku itu. Aku masih berharap tentang sesuatu itu. Lumayan, sudah ada gambaran nyata yang bisa aku ceritakan kepada ilalang dan ikan di laut. Hingga akhir April lalu, kabar itu masih enak didengar…Intinya, rencanaku diterima. Sesuatu itu sudah dapat aku nikmati, pada halaman depan almanak….

Namun sesuatu itu mulai kelihatan aneh. Pekan lalu, aku tiba-tiba diminta untuk memilih. opsi pertama, menerima sesuatu dalam pekan itu juga tapi itu tak disesuaikan dengan rencana semula. Opsi ke dua, aku menunggu hingga pekan depan namun sesuatu itu tetap lestari dan terjaga seperti sebelumnya.

Ah’ tak apalah…toh asa akan sesuatu itu tak akan hilang gara-gara bersabar. Toh, asa itu masih akan tetap terjaga hingga pekan depan. Lagi pula, sesuatu yang tertunda itu, tak akan berpengaruh buruk bagi rencana awalku.

Sampai di situ, aku masih berpikir positif. Sampai di situ , aku masih punya asa. Sampai di situ pula, sesuatu itu masih terjaga. Hingga akhirnya ponselku berdering mengabarkan tentang sesuatu itu. Kabar yang jauh diluar perkiraanku. Kabar yang sejatinya menghentakkan semua rencanaku. Cukup aneh bin ajaib. Kabar yang di kepalaku melahirkan sebuah tanda tanya besar?

Jujur, aku mau protes. Keinginan tentang sesuatu itu sudah aku rencanakan sedari awal. Jauh sebelum yang lain merencanakan juga? Lalu, kenapa, ketika aku harus mengalah pada sesuatu yang lain, konsistensi tentang sesuatu itu pudar. Kenapa kabar tentang sesuatu itu baru datang belakangan?

Aku juga mau protes, mengapa pekan lalu, kabar itu masih terjaga dan enak untuk didengar? Bukannya ketika itu aku dalam posisi memilih? Aku mengalah karena akan menerima sesuatu itu sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya? Tapi kenapa? Ah…….

Aku mau protes. Tapi protes kepada siapa?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s